Home About Us Our Product Articles Our Clients Contact Us Chat WhatsApp

Brightness Tester untuk Tekstil

Brightness Tester untuk Tekstil

Brightness Tester untuk Tekstil


Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara ''pressing''. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan. Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan.

Tekstil sering dijadikan sebagai bahan untuk kerajinan atau pakaian. Dalam proses produksi kerajinan perlu melibatkan keterampilan, untuk dirancang agar memiliki nilai dan unsur estetik (keindahan), dan fungsional (kegunaan). Secara umum bahan serat tekstil dapat digolongkan ke dalam serat alam, serat buatan dan serat campuran. 

Penciptaan tekstil, atau kain dan bahan kain, adalah salah satu kegiatan tertua umat manusia . Meskipun kemajuan besar dalam produksi dan manufaktur pakaian , penciptaan tekstil alami masih bergantung pada konversi efektif dari serat menjadi benang dan kemudian benang menjadi kain. Dengan demikian, ada empat langkah utama dalam pembuatan tekstil yang tetap sama. Yang pertama adalah panen dan pembersihan serat atau wol. Yang kedua adalah carding dan spinning menjadi benang. Yang ketiga adalah menenun benang menjadi kain. Langkah keempat, dan terakhir adalah membuat dan menjahit kain menjadi pakaian.

Pewarnaan pada tekstil sangat penting karena akan menentukan daya tarik suatu kain. Untuk menciptakan kain yang indah itu, ada proses pewarnaan tekstil yang menggunakan beragam jenis pewarna. Jenis jenis bahan pewarna tekstil dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu zat pewarna alami (natural dye) dan zat pewarna sintetis (synthetic dye).

Jenis pewarna alami diambil dari serat alam tanaman atau hewan. Serat alam tanaman disebut serat selulosa (cellulose), sedangkan serat alam hewan disebut serat protein (proteine). Bahan pewarna alam yang digunakan untuk mewarnai tekstil berasal dari daun, kayu, kulit kayu, buah, atau bunga. Contoh tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil yaitu secang, kunyit, tarum atau indigofera, kesumba, dan masih banyak lagi yang lain. Jenis pewarna sintetis dibuat dari perpaduan zat kimia tertentu. Dibandingkan pewarna alami, pilihan warna zat pewarna sintetis lebih banyak digunakan.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna tekstil, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan tekstil dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Tekstil, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Cat

Brightness Tester untuk Cat

Brightness Tester untuk Cat


Cat adalah produk yang digunakan untuk melindungi dan memperindah (protective & decorative) suatu objek atau permukaan dengan melapisinya menggunakan suatu lapisan berpigmen maupun tidak berwarna (pernis). Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pelindung (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air). Sebagai pelapis dekoratif, cat dapat digunakan untuk memperindah atau mengubah penampilan suatu permukaan. Sedangkan sebagai pelapis protektir, cat dapat digunakan untuk memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet, goresan, jamur, dan faktor-faktor pelapuk lainnya.

Secara umum, bahan baku cat terdiri dari 4 bagian, yaitu:

Binder
Komponen pokok dalam cat yang berfungsi sebagai bahan perekat yang akan merekatkan lapisan cat pada media, bahan binder juga berperan membangun karakteristik lapisan cat atau coating.

Solven
Bahan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan bahan bahan utama seperti binder, filler/ pigment, dan additive. Bahan solvent juga digunakan sebagai bahan mengencerkan cat sebelum di aplikasikan ke barang.

Pigment/filler
Bahan pengisi yang berfungsi sebagai komponen utama pembentuk lapisan cat serta sebagai bahan pewarna untuk menciptakan tampilan warna lapisan film cat. Kombinasi jenis dan komposisi bahan filler yang baik akan menciptakan sifat daya tutup cat yang baik.

Aditif
Bahan tambahan untuk menjadikan cat mudah di aplikasikan dan hasilnya sesuai dengan keinginan.

Hal yang menarik dari cat adalah warnanya. Hal sederhana dari fungsi warna dalam suatu ruangan adalah memberikan nilai estetika, keindahan, serta menghilangkan kesan kusam dan tidak terawat. Suatu ruangan yang didesain dengan menggunakan warna-warna tertentu, akan terlihat jauh lebih indah daripada sebuah ruangan yang tidak diberi warna. Cat dibuat warna warni untuk memenuhi kebutuhan desain baik interior maupun eksterior. Pada dasarnya warna cat dasar adalah putih, kemudian ditambahkan zat pewarna lain untuk menghasilkan warna cat yang diinginkan. Dengan adanya metode tinting, bahkan kita bisa mendapatkan warna cat yang beragam tidak hanya warna dasar pelangi. Dengan komposisi pewarna RGB yang tepat, hasil tinting akan sesuai dengan keinginan kita.

Setiap warna memiliki nilai, makna dan fungsi yang erat secara psikologis. Menurut psikologi warna, pewarnaan erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang. Pilihan warna bisa memengaruhi tubuh, pikiran, emosi, dan keseimbangan ketiganya pada diri manusia. Misal, warna biru kerap diasosiasikan dengan warna langit atau lautan yang memberikan efek menenangkan dan membawa perasaan damai. Warna biru gelap akan menstimulasi pemikiran yang jernih, sementara warna biru muda akan membantu meningkatkan konsentrasi. Merah merupakan warna yang membuat sebuah objek tampak lebih dekat dari jarak sebenarnya, memberikan suasana hangat dalam ruangan, tetapi warna ini juga cenderung meningkatkan agresivitas. Kuning adalah warna yang dapat memberikan perasaan ceria dan optimis. Hijau membawa kesan menyegarkan karena identik dengan alam dan tumbuhan yang memberikan rasa aman, keseimbangan, dan harmoni. Putih memberikan kesan luas dan lapang ke dalam ruangan. Hitam menghadirkan kesan mewah dan elegan dalam ruangan. Cokelat menibulkan kesan serius, tetapi sangat lembut dan hangat.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna cat, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan cat dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Cat, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Detergen

Brightness Tester untuk Detergen

Brightness Tester untuk Detergen


Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. 

Komposisi detergen biasanya terdiri dari:

- Surfaktan, zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
- Builder, zat yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
- Filler, bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.
- Aditif, bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci detergen.

Detergen sudah sangat akrab di kehidupan kita, terutama bagi ibu rumah tangga. Detergent digunakan untuk mencuci pakaian. Untuk menyempurnakan kegunaannya, biasanya pabrik menambahkan natrium perborat, pewangi, pelembut, naturium silikat, penstabil, enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam.

Tanpa deterjen maka kita tidak akan bisa menghasilkan baju yang bersih sempurna. Selain mampu membersihkan dengan baik, deterjen juga berfungsi memberikan aroma yang sedang pada pakaian. Dari berbagai zat yang dicampurkan dalam detergen, ada bahan tambahan yang biasanya dipakai untuk meningkatkan tingkat warna putih dari kain dan mencegah kain menguning yaitu pemutih fluoresen.

Optical brighteners , optical brightening agents ( OBAs ), fluorescent brightening agents ( FBA ), atau fluorescent whitening agents ( FWAs ), adalah senyawa kimia yang menyerap cahaya di wilayah ultraviolet dan violet (biasanya 340-370 nm) dari spektrum elektromagnetik, dan memancarkan cahaya di wilayah biru (biasanya 420-470 nm) oleh fluoresensi. Emisi fluoresen adalah periode singkat emisi cahaya oleh fluorophore, tidak seperti pendar, yang berumur panjang. Aditif ini sering digunakan untuk meningkatkan penampilan warna kain dan kertas, menyebabkan efek "memutihkan"; mereka membuat materi kuning / oranye intrinsik terlihat kurang begitu, dengan mengkompensasi defisit cahaya biru dan ungu yang dipantulkan oleh material, dengan emisi optik biru dan ungu fluorophore.

Baik agen pemutihan fluorescent dan neon. Senyawa organik yang tidak berwarna larut dalam air yang menyerap sinar ultraviolet dan memancarkan fluoresensi biru ke ungu. Warna kain yang kekuningan dibatalkan dan terlihat seperti putih terang. Ada berbagai macam tergantung pada jenis serat, dan sering ditambahkan ke deterjen. Ini ditandai dengan tidak merusak serat dibandingkan dengan oksidasi pemutih atau mengurangi pemutih.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna detergen, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan detergen dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Detergen, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Garam dan Gula

Brightness Tester untuk Garam dan Gula

Brightness Tester untuk Garam dan Gula


Garam dan gula adalah bumbu wajib di setiap dapur rumah masyarakat, terutama di Indonesia. Berdasarkan Analisis data Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) untuk tahun 2014 saja, 29,7 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 77 juta jiwa sudah mengonsumsi GGL (Gula, Garam dan Lemak) melebihi rekomendasi WHO: gula (>50 gram/hari), garam (>5 gram/hari), dan lemak (>67 gram/hari).

WHO merekomendasikan konsumsi gula per hari kurang dari 10 persen dari total asupan energi, atau kurang lebih 25 gram per hari untuk kepentingan Kesehatan. Juga WHO merekomendasikan mengurangi asupan natrium untuk upaya menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular, stroke dan penyakit jantung koroner pada orang dewasa. Lebih lanjut, WHO merekomendasikan asupan natrium (Na) g/hari atau setara dengan untuk usia dewasa. Dari rata-rata konsumsi garam, penduduk Indonesia sudah mengonsumsi garam >5 g/hari, yaitu (6,68 ± 5,85) g/hari.

Indonesia masih harus mengimpor garam dan gula. Hal itu disebabkan kebutuhan industri yang sangat tinggi terhadap komoditas garam dan gula sebagai bahan baku. Impor masih dilakukan lantaran produksi garam dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan industri. Ladang garam di Indonesia saat ini masih sedikit. Selain itu, kelompok industri juga menginginkan garam dengan kandungan natrium klorida (NaCl) mencapai 98%-99% yang belum semuanya terpenuhi oleh produksi garam dalam negeri.

Garam industri punya spesifikasi khusus seperti kadar NaCl di atas 97%. Kualitas ini dianggap oleh industri pengguna garam belum dipenuhi garam lokal. kebanyakan garam lokal berkadar NaCl antara 87-92%. Ada persoalan di tingkat petambak hingga musim panen yang membuat penyerapan industri ke garam lokal belum bisa maksimal.

Gula terdiri dari beberapa jenis yang dilihat dari keputihannya melalui standar ICUMSA( International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis). ICUMSA merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyusun metode analisis kualitas gula dengan anggota lebih dari 30 negara. Mengenai warna gula ICUMSA telah membuat rating atau grade kualitas warna gula. Sistem rating berdasarkan warna gula yang menunjukkan kemurnian dan banyaknya kotoran yang terdapat dalam gula tersebut.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna gula dan garam, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan garam dan gula dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Garam dan Gula, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Meter untuk Bedak dan Kosmetik

Brightness Meter untuk Bedak dan Kosmetik

Brightness Meter untuk Bedak dan Kosmetik


Bedak adalah salah satu hal yang sering kita gunakan, terutama setelah mandi. Bedak atau pupur adalah bubuk yang digunakan sebagai kosmetik untuk mempercantik muka atau sebagai obat kulit. Bedak membantu memberi rona pada wajah dan mempercantik penampilan. Selain mengencangkan wajah, beberapa bedak dengan tabir surya juga dapat mengurangi kerusakan kulit akibat sinar matahari dan polusi lingkungan. 

Bedak terbuat dari talc. Talc adalah bahan mineral yang berasal dari dalam Bumi. Talc didapatkan melalui proses penambangan. Talc memang berasal dari dalam bumi dan diperoleh melalui proses penambangan. Namun, talc berbeda dengan bahan mineral lainnya. Talc termasuk bahan mineral yang tidak aktif. Maksudnya, talc tidak akan menimbulkan reaksi kimia jika terkena kulit. Karena hal itu, talc pun bisa digunakan untuk membuat bedak.

Bedak berwarna putih dan berbentuk serbuk, mirip seperti tepung. Bedanya, bedak wangi, sedangkan tepung tidak wangi. Setelah proses penambangan, talc akan digiling dan dipisahkan berdasarkan kualitasnya. Talc dengan kualitas baguslah yang akan diolah menjadi bedak. Sebelum diolah menjadi bedak, talc akan digiling menjadi serbuk terlebih dahulu. Setelah itu, talc akan dicampur dengan bahan lain, seperti pewangi, pewarna (jika perlu) dan vitamin.

Bedak dapat berbentuk serbuk atau padat. Bedak serbuk bisa digunakan dengan cara ditabur pada kulit, sedangkan bedak padat digunakan dengan spons, kuas, atau kasur bedak. Karena warna kulit manusia yang bervariasi, ada berbagai jenis warna bedak. Jenis bedak sendiri juga bervariasi; yang paling umum digunakan adalah talk (atau bedak bayi), yang bisa menyerap dan memberi rona pada kulit muka. Jenis bedak lainnya yang banyak digunakan adalah bedak tabur (bedak tanpa bahan pelekat), bedak dingin, dan lain sebagainya. Kebanyakan wanita terlebih dahulu menggunakan fondasi (alas bedak) sebelum memakai bedak.

Tingkat kecerahan bedak dapat diukur dengan menggunakan Brightness Meter. Pengukuran tingkat kecerahan bedak ini bertujuan untuk selain mengukur kadar pewarna yang diberikan agar tidak melebihi standar, juga untuk menjamin bahwa warna bedak cukup menarik bagi pembeli dan tidak terkesan buram/berjamur. 

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Meter untuk Bedak dan Kosmetik, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Meter untuk Tepung

Brightness Meter untuk Tepung

Brightness Meter untuk Tepung


Tepung adalah partikel padat yang berbentuk butiran halus atau sangat halus tergantung proses penggilingannya. Biasanya digunakan untuk keperluan penelitian, rumah tangga, dan bahan baku industri. Tepung bisa berasal dari bahan nabati misalnya tepung terigu dari gandum, tapioka dari singkong, maizena dari jagung atau hewani misalnya tepung tulang dan tepung ikan.

Dalam konsumsi rumah tangga, kebanyakan kebutuhan tepung adalah tepung berbahan nabati seperti tepung terigu yang terbuat dari biji gandum, tepung kanji yang terbuat dari umbi singkong, tepung maizena yang terbuat dari biji jagung, tepung hunkue yang terbuat dari pati kacang hijau, tepung beras, tepung ketan dari beras ketan, tepung tapioka dari umbi singkong, dan tepung sagu.

Sebagai negara dengan konsumsi karbohidrat yang tinggi, permintaan pasar untuk tepung sangat tinggi. Terlebih lagi kuliner Indonesia yang sangat kaya dengan penggunaan tepung sebagai bahan dasarnya seperi kue basah, kue kering, gorengan, kue-kue khas daerah, dan lain-lain. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan consumer goods tidak pernah menurunkan produksinya untuk tepung karena permintaannya yang cukup stabil.

Beberapa jenis tepung hasil produksi pabrikan banyak yang ditambahkan sedikit zat pewarna makanan untuk membuat tampilannya lebih cerah, menarik dan segar. Hal itu tidak berbahaya selama tidak melampau batas standar yang ditentukan oleh BPOM. Tingkat kecerahan tepung apakah terlalu buram atau terlalu terang dapat diukur dengan menggunakan alat bernama Brightness / Whiteness Meter. Terlalu buram akan terkesan tidak segar dan berjamur, terlalu terang terkesan tidak alami. Jadi tingkat kecerahan tepung harus dijaga pada rentang nilai standar.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Meter untuk Tepung, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Meter untuk Enamel dan Porselain

Brightness Meter untuk Enamel dan Porselain

Brightness Meter untuk Enamel dan Porselain


Penggunaan enamel atau porselain dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya sudah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun yang lalu. Bahannya yang kuat dan mudah dibentuk, enamel jadi pilihan untuk perabotan rumah tangga. Di zaman modern, enamel biasa digunakan pada peralatan dapur seperti panci, frying pan, dan lain-lain. Selain memiliki bahan yang kuat, enamel juga dapat mempercantik tampilan perabotan rumah tangga dengan beragam warna yang enak dipandang mata.

Perabotan rumah tangga berbahan dasar enamel lebih tahan lama dan lebih kuat, mudah dibersihkan, anti gores, dianggap sebagai barang mewah, dan tidak beracun sama sekali. Semakin terang sebuah perabotan enamel, semakin berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi. Namun banyak juga peralatan berbahan enamel yang dijual dengan harga terjangkau. Untuk memastikan tampilan kecerahan perabotan berbahan enamel bisa menggunakan brightness meter atau whiteness meter.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Meter untuk Enamel dan Porselain, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Plastik

 Brightness Tester untuk Plastik

Brightness Tester untuk Plastik


Kehidupan sehari-sehari tidak pernah luput dari produk berbahan plastik/polymer, terutama dalam kebutuhan rumah tangga. Produk-produk berbahan plastik hampir memenuhi seluruh ruangan di dalam rumah dan paling banyak biasanya di area dapur. Baskom, sendok, piring, mangkuk, dan peralatan lainnya banyak yang terbuat dari plastik. Selain karena harga bahan yang lebih murah dibandingkan bahan lainnya, juga karena proses pembuatannya yang cepat dan mudah didaur ulang jika produk hasil produksinya tidak sesuai standar kualitas. Di antara sekian banyak peralatan berbahan plastik, ada beragam variasi warna agar terlihat lebih menarik. Salah satu warna yang banyak digunakan dalam peralatan plastik adalah warna putih atau warna-warna terang lainnya. Tingkat kecerahan peralatan tersebut terkadang berbanding lurus dengan harga dan kualitasnya.

Untuk mengetahui tingkat warna putih atau tingkat kecerahan dari peralatan plastik hasil produksi tersebut bisa dengan menggunakan alat yang namanya Whiteness/Brightness Meter. Tingkat warna putih atau yang biasa kita sebut dengan whiteness dalam bahasa teknik, dapat diukur dengan menggunakan Whiteness/Brightness Meter. Prinsip kerja Whiteness/Brightness Meter adalah mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam didefinisikan oleh alat sebagai 1.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Plastik, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Kertas, Karton dan Pulp

Brightness Tester untuk Kertas, Karton dan Pulp

Brightness Tester untuk Kertas, Karton dan Pulp


Kebutuhan akan penggunaan kertas, karton dan tissue saat ini sudah seperti kebutuhan pokok yang bersanding dengan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Hampir setiap hal membutuhkan keberadaan produk olahan serat kayu ini baik di perkantoran, rumah tangga, industri, pemerintahan, sekolah dan perguruan tinggi, dan lain-lain. Kertas, karton dan pulp dapat diolah lagi menjadi produk lainnya seperti amplop, dus, dan sebagainya. Bentuk, jenis, karakteristik, kualitas, ukuran dan warna pun dibuat beragam oleh perusahaan pengolah serat kayu.

Warna kertas, karton dan pulp yang paling banyak digunakan di pasaran saat ini adalah warna putih. Hal ini karena ketersediaan bahan pewarna yang banyak, juga warna putih dapat digunakan dengan baik seperti pada kertas untuk menulis dan pencetakan. Tingkat warna putih atau yang biasa kita sebut dengan whiteness dalam bahasa teknik, dapat diukur dengan menggunakan Whiteness/Brightness Meter. Prinsip kerja Whiteness/Brightness Meter adalah mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam didefinisikan oleh alat sebagai 1.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Kertas, Karton dan Pulp, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Whiteness Meter. Tampilkan semua postingan
Back to top
banner