Home About Us Our Product Articles Our Clients Contact Us Chat WhatsApp

Air Quality Meter untuk Basement

Air Quality Meter untuk Basement

Air Quality Meter untuk Basement


Ruang bawah tanah (rubanah) atau basement adalah ruang yang paling umum kita temui di gedung-gedung yang menampung banyak orang seperti mall, gedung perkantoran, swalayan, dan lain-lain. Basement biasa digunakan oleh manajemen gedung untuk tempat parkir baik parkir mobil atau motor, kemudian ada juga yang menggunakannya sebagai ruang tambahan untuk pertokoan dan perkantoran. Penggunaan ruang bawah tanah ini tergantung kebijakan dari setiap manajemen gedung, jadi tidak ada patokan bahwa rubanah ini harus dimanfaatkan sebagai apa.

Rubanah (basement) sebua gedung seringkali hanya memiliki satu akses keluar masuk. Hal ini yang membuat rubanah terasa lebih pengap daripada ruangan lain yang berada di atas tanah. Diperlukan ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara di rubanah tidak menjadi pengap dan minim oksigen. Jika hal ini tidak diperhatikan maka akan membahayakan siapapun yang memasuki rubanah tersebut karena kekurangan oksigen. Lebih bahaya lagi jika terjadi kebocoran gas-gas yang beracun. Tentu semua orang tidak ingin mengalami hal buruk saat memasuki rubanah (basement) karena pada umumnya rubanah selalu lebih sepi daripada ruang-ruang lain. Jika kita mengalami masalah kesehatan di dalam rubanah, pertolongan pertama akan sulit didapatkan jika kondisi rubanah tersebut terlalu sepi. Maka penting bagi manajemen gedung untuk memonitor kondisi rubanah tersebut agar tidak menjadi area yang berbahaya.

Salah satu hal yang perlu dimonitor oleh manajemen gedung terhadap rubanah adalah kondisi udara di dalam rubanah tersebut. Suhu, kelembaban, kadar oksigen, kadar karbondioksida, serta tingkat kebocoran gas-gas lainnya. Jika parameter-parameter tersebut berada di luar ambang batas, tentu harus menjadi perhatian bagi manajemen gedung agar tidak membahayakan siapapun baik itu staff gedung atau pengunjung. Karena tidak jarang kita mendapati rubanah sebuah gedung, terutama di Jakarta, yang sangat tidak ramah manusia. Udaranya panas, lembab dan pengap. 

Untuk memonitor parameter-parameter tersebut di atas, kita dapat menggunakan Air Quality Meter. Alat ini akan mengukur kualitas udara di dalam rubanah secara terus-menerus tiap satuan waktu. Manajemen gedung akan mendapatkan data yang dapat diandalkan untuk membuat kebijakan terkait pemeliharaan rubanah.

Jika anda sedang membutuhkan Air Quality Meter untuk Basement, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Tekstil

Brightness Tester untuk Tekstil

Brightness Tester untuk Tekstil


Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara ''pressing''. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan. Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan.

Tekstil sering dijadikan sebagai bahan untuk kerajinan atau pakaian. Dalam proses produksi kerajinan perlu melibatkan keterampilan, untuk dirancang agar memiliki nilai dan unsur estetik (keindahan), dan fungsional (kegunaan). Secara umum bahan serat tekstil dapat digolongkan ke dalam serat alam, serat buatan dan serat campuran. 

Penciptaan tekstil, atau kain dan bahan kain, adalah salah satu kegiatan tertua umat manusia . Meskipun kemajuan besar dalam produksi dan manufaktur pakaian , penciptaan tekstil alami masih bergantung pada konversi efektif dari serat menjadi benang dan kemudian benang menjadi kain. Dengan demikian, ada empat langkah utama dalam pembuatan tekstil yang tetap sama. Yang pertama adalah panen dan pembersihan serat atau wol. Yang kedua adalah carding dan spinning menjadi benang. Yang ketiga adalah menenun benang menjadi kain. Langkah keempat, dan terakhir adalah membuat dan menjahit kain menjadi pakaian.

Pewarnaan pada tekstil sangat penting karena akan menentukan daya tarik suatu kain. Untuk menciptakan kain yang indah itu, ada proses pewarnaan tekstil yang menggunakan beragam jenis pewarna. Jenis jenis bahan pewarna tekstil dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu zat pewarna alami (natural dye) dan zat pewarna sintetis (synthetic dye).

Jenis pewarna alami diambil dari serat alam tanaman atau hewan. Serat alam tanaman disebut serat selulosa (cellulose), sedangkan serat alam hewan disebut serat protein (proteine). Bahan pewarna alam yang digunakan untuk mewarnai tekstil berasal dari daun, kayu, kulit kayu, buah, atau bunga. Contoh tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil yaitu secang, kunyit, tarum atau indigofera, kesumba, dan masih banyak lagi yang lain. Jenis pewarna sintetis dibuat dari perpaduan zat kimia tertentu. Dibandingkan pewarna alami, pilihan warna zat pewarna sintetis lebih banyak digunakan.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna tekstil, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan tekstil dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Tekstil, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Cat

Brightness Tester untuk Cat

Brightness Tester untuk Cat


Cat adalah produk yang digunakan untuk melindungi dan memperindah (protective & decorative) suatu objek atau permukaan dengan melapisinya menggunakan suatu lapisan berpigmen maupun tidak berwarna (pernis). Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pelindung (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air). Sebagai pelapis dekoratif, cat dapat digunakan untuk memperindah atau mengubah penampilan suatu permukaan. Sedangkan sebagai pelapis protektir, cat dapat digunakan untuk memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet, goresan, jamur, dan faktor-faktor pelapuk lainnya.

Secara umum, bahan baku cat terdiri dari 4 bagian, yaitu:

Binder
Komponen pokok dalam cat yang berfungsi sebagai bahan perekat yang akan merekatkan lapisan cat pada media, bahan binder juga berperan membangun karakteristik lapisan cat atau coating.

Solven
Bahan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan bahan bahan utama seperti binder, filler/ pigment, dan additive. Bahan solvent juga digunakan sebagai bahan mengencerkan cat sebelum di aplikasikan ke barang.

Pigment/filler
Bahan pengisi yang berfungsi sebagai komponen utama pembentuk lapisan cat serta sebagai bahan pewarna untuk menciptakan tampilan warna lapisan film cat. Kombinasi jenis dan komposisi bahan filler yang baik akan menciptakan sifat daya tutup cat yang baik.

Aditif
Bahan tambahan untuk menjadikan cat mudah di aplikasikan dan hasilnya sesuai dengan keinginan.

Hal yang menarik dari cat adalah warnanya. Hal sederhana dari fungsi warna dalam suatu ruangan adalah memberikan nilai estetika, keindahan, serta menghilangkan kesan kusam dan tidak terawat. Suatu ruangan yang didesain dengan menggunakan warna-warna tertentu, akan terlihat jauh lebih indah daripada sebuah ruangan yang tidak diberi warna. Cat dibuat warna warni untuk memenuhi kebutuhan desain baik interior maupun eksterior. Pada dasarnya warna cat dasar adalah putih, kemudian ditambahkan zat pewarna lain untuk menghasilkan warna cat yang diinginkan. Dengan adanya metode tinting, bahkan kita bisa mendapatkan warna cat yang beragam tidak hanya warna dasar pelangi. Dengan komposisi pewarna RGB yang tepat, hasil tinting akan sesuai dengan keinginan kita.

Setiap warna memiliki nilai, makna dan fungsi yang erat secara psikologis. Menurut psikologi warna, pewarnaan erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang. Pilihan warna bisa memengaruhi tubuh, pikiran, emosi, dan keseimbangan ketiganya pada diri manusia. Misal, warna biru kerap diasosiasikan dengan warna langit atau lautan yang memberikan efek menenangkan dan membawa perasaan damai. Warna biru gelap akan menstimulasi pemikiran yang jernih, sementara warna biru muda akan membantu meningkatkan konsentrasi. Merah merupakan warna yang membuat sebuah objek tampak lebih dekat dari jarak sebenarnya, memberikan suasana hangat dalam ruangan, tetapi warna ini juga cenderung meningkatkan agresivitas. Kuning adalah warna yang dapat memberikan perasaan ceria dan optimis. Hijau membawa kesan menyegarkan karena identik dengan alam dan tumbuhan yang memberikan rasa aman, keseimbangan, dan harmoni. Putih memberikan kesan luas dan lapang ke dalam ruangan. Hitam menghadirkan kesan mewah dan elegan dalam ruangan. Cokelat menibulkan kesan serius, tetapi sangat lembut dan hangat.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna cat, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan cat dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Cat, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Brightness Tester untuk Detergen

Brightness Tester untuk Detergen

Brightness Tester untuk Detergen


Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. 

Komposisi detergen biasanya terdiri dari:

- Surfaktan, zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
- Builder, zat yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
- Filler, bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.
- Aditif, bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci detergen.

Detergen sudah sangat akrab di kehidupan kita, terutama bagi ibu rumah tangga. Detergent digunakan untuk mencuci pakaian. Untuk menyempurnakan kegunaannya, biasanya pabrik menambahkan natrium perborat, pewangi, pelembut, naturium silikat, penstabil, enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam.

Tanpa deterjen maka kita tidak akan bisa menghasilkan baju yang bersih sempurna. Selain mampu membersihkan dengan baik, deterjen juga berfungsi memberikan aroma yang sedang pada pakaian. Dari berbagai zat yang dicampurkan dalam detergen, ada bahan tambahan yang biasanya dipakai untuk meningkatkan tingkat warna putih dari kain dan mencegah kain menguning yaitu pemutih fluoresen.

Optical brighteners , optical brightening agents ( OBAs ), fluorescent brightening agents ( FBA ), atau fluorescent whitening agents ( FWAs ), adalah senyawa kimia yang menyerap cahaya di wilayah ultraviolet dan violet (biasanya 340-370 nm) dari spektrum elektromagnetik, dan memancarkan cahaya di wilayah biru (biasanya 420-470 nm) oleh fluoresensi. Emisi fluoresen adalah periode singkat emisi cahaya oleh fluorophore, tidak seperti pendar, yang berumur panjang. Aditif ini sering digunakan untuk meningkatkan penampilan warna kain dan kertas, menyebabkan efek "memutihkan"; mereka membuat materi kuning / oranye intrinsik terlihat kurang begitu, dengan mengkompensasi defisit cahaya biru dan ungu yang dipantulkan oleh material, dengan emisi optik biru dan ungu fluorophore.

Baik agen pemutihan fluorescent dan neon. Senyawa organik yang tidak berwarna larut dalam air yang menyerap sinar ultraviolet dan memancarkan fluoresensi biru ke ungu. Warna kain yang kekuningan dibatalkan dan terlihat seperti putih terang. Ada berbagai macam tergantung pada jenis serat, dan sering ditambahkan ke deterjen. Ini ditandai dengan tidak merusak serat dibandingkan dengan oksidasi pemutih atau mengurangi pemutih.

Untuk mengukur tingkat kecerahan warna detergen, kita dapat menggunakan alat Brightness Meter. Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. Alat ini menentukan tingkat kecerahan detergen dengan mengukur intensitas pantulan cahaya yang disebarkan pada skala 100. Tingkat kecerahan permukaan yang benar-benar hitam ditentukan oleh pengukur sebagai 1. Alat ini memenuhi standar ISO 2470 dan ISO 3688.

Jika anda sedang membutuhkan Brightness Tester untuk Detergen, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0811-1720-047 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
sales@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments - 0811 1720 047
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Back to top
banner