Home About Us News Artikel Contact Us Chat Whatsapp Live

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet


Karet, dikenal karena kualitas elastisnya, adalah sebuah komoditi yang digunakan di banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk-produk industri sampai rumah tangga). Ada dua tipe karet yang dikenal luas, karet alam dan karet sintetis. Karet alam dibuat dari getah (lateks) dari pohon karet, sementara tipe sintetis dibuat dari minyak mentah. Kedua tipe ini dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi permintaan masing-masing komoditi; ketika harga minyak mentah naik, permintaan untuk karet alam akan meningkat. Namun ketika gangguan suplai karet alam membuat harganya naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir karet alam terbesar di dunia.

Berdasarkan rata-rata produksi karet dunia periode tahun 2014-2018, Thailand menjadi negara produsen karet terbesar dengan rata-rata produksi mencapai 4,58 juta ton. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Thailand memberikan kontribusi sebesar 31,83% dari rata-rata produksi karet dunia pada periode tersebut. Sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan rata-rata produksi karet selama 2014-2018 sebesar 3,37 juta ton. Kontribusi rata-rata produksi karet dari Indonesia di dunia mencapai 23,44%. Indonesia memiliki luas TM (Tanaman Menghasilkan) karet Indonesia yang terbesar di dunia, tetapi produksinya masih dibawah Thailand. Hal ini terjadi karena banyaknya tanaman karet di Indonesia yang sudah tua atau rusak.

Sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia, jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar global. Sejak tahun 1980an, industri karet Indonesia telah mengalami pertumbuhan produksi yang stabil. Kebanyakan hasil produksi karet negara ini - kira-kira 80 persen - diproduksi oleh para petani kecil. Oleh karena itu, perkebunan Pemerintah dan swasta memiliki peran yang kecil dalam industri karet domestik.

Menjelang akhir tahun 2020 industri ban mulai pulih pasca pandemi. Permintaan karet dunia mendadak naik tetapi pasokan karet dunia justru menurun. Hal ini menyebabkan harga karet dunia melonjak naik. Tahun 2021 diperkirakan produksi karet dunia 13,8 juta ton sedangkan konsumsi karet mencapai 14,1 juta ton.

Standar mutu karet Indonesia atau Standard Indonesia Rubber (SIR) merupakan karet alam yang diperoleh dengan proses pengolahan bahan baku karet. Bahan baku tersebut berasal dari getah (lateks) batang pohon Havea Brasiliensis, baik secara mekanis ataupun tanpa campuran bahan kimia. SIR tergolong menjadi 6 jenis mutu yang terdiri dari SIR 3 (Constant Viscosity), SIR 3 L (Light), SIR 3 WF (Whole Field), SIR 5, SIR 10 dan SIR 20.  Perbedaan dari keenam jenis standar mutu tersebut terletak pada tingkat kadar kotorannya dan bahan olahan yang digunakan. SIR 3 CV, SIR L dan SIR 3 WF terbuat dari bahan lateks sedangkan SIR 5, SIR 10 dan SIR 20 terbuat dari bahan koagulum lateks.

Sifat lunak dari satu material tentu memberikan pengaruh pada physical propertiesnya. Karet yang lunak itu fleksibel terhadap tekanan dan baik untuk seal gap, memiliki daya kenyal yang bagus dan memiliki daya lekat yang bagus. Sementara karet yang keras itu tahan gesek, kekuatan tarik yang tinggi, dan kuat meredam getaran/tumbukan. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Karet, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

signature
Back to top
banner