Home About Us News Artikel Contact Us Chat Whatsapp Live

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik


Botol plastik adalah sebuah botol yang terbuat dari plastik. Botol plastik biasanya dipakai untuk menyimpan cairan seperti air, minuman ringan, oli motor, minyak masak, obat, sampo, susu dan tinta. Ukurannya beragam dari botol sampel yang sangat kecil sampai carboy besar.

Botol plastik datang dalam berbagai bahan (resin). Botol plastik yang diproduksi dari bahan HDPE adalah yang paling umum dan paling murah. Botol plastik yang dihasilkan dari bahan PET adalah yang paling jernih. Toples plastik yang dihasilkan dari bahan PP bersifat elastis dan ekonomis. Untuk jenis-jenis material botol plastik dapat dibaca di sini.

Melansir pernyataan dari Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), ketebalan plastik kemasan di Indonesia rata-rata masih di bawah 30 mikron. Inaplas mengusulkan agar ketebalan plastik kemasan makanan dan minuman ditebalkan. Sebab, semakin tebal plastiknya, akan semakin mudah untuk didaur ulang sehingga masalah pencemaran lingkungan dapat diatasi. Inaplas menyatakan, semestinya pemerintah bisa mencontoh India yang mensyaratkan tebal botol plastik di atas 50 mikron.

Mengukur ketebalan botol plastik dapat menggunakan magnetic ball thickness gauge. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan bahan non-magnetik seperti plastik, kaca, keramik, aluminium, titanium, tembaga, dll. Keakuratan pengukuran tidak terpengaruh oleh bentuk sampel.

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan prinsip Efek Hall. Pengukuran yang sederhana dan tepat diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berikut:
- Tempatkan bola baja di satu sisi sampel dan probe di sisi yang berlawanan.
- Pindahkan sampel, sehingga probe dan bola berada pada posisi pengujian yang diinginkan.
- Bola baja ditarik ke probe melalui magnet, secara otomatis.
- Sensor Hall Effect pada probe secara akurat mengukur jarak antara ujung probe dan bola baja.
- Pengukuran ditampilkan pada layar.

Jika anda sedang membutuhkan Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

BAHAN RESIN BOTOL PLASTIK

Botol plastik datang dalam berbagai bahan (resin). Botol plastik yang diproduksi dari bahan HDPE adalah yang paling umum dan paling murah. Botol plastik yang dihasilkan dari bahan PET yang paling jernih. Toples plastik yang dihasilkan dari bahan PP bersifat elastis dan ekonomis. Toples plastik berbahan PS cenderung bening.

Sistem Kode Bahan Botol Plastik




Daur ulang telah dibantu oleh pembuatan Sistem Kode Bahan Botol Plastik. Sistem ini dirancang agar mudah dibaca sekilas dan dapat dibedakan dari tanda lain di bagian bawah wadah. Di mana sistem ini diterapkan, simbol-simbol ini diperlukan untuk muncul di semua botol 226 gram atau lebih besar.

Simbol terdiri dari segitiga yang dibentuk oleh tiga "panah berkejaran", dengan nomor tertentu di tengah yang menunjukkan bahan dari mana botol itu dibuat. Jumlah/setara bahan adalah:

Kode nomor kemudian dilengkapi dengan indikasi huruf umum untuk berbagai resin di bawah simbol, untuk berfungsi sebagai verifikasi konstan dari bahan yang disortir.

Botol Plastik - Polietilen Berkasitas Tinggi (HDPE)

HDPE adalah resin yang paling banyak digunakan untuk botol plastik. Bahan ini ekonomis, tahan benturan, dan memberikan penghalang kelembaban yang baik. HDPE kompatibel dengan berbagai produk termasuk asam dan kaustik tetapi tidak kompatibel dengan pelarut. Ini disediakan dalam food grade yang disetujui FDA.

Botol Plastik yang terbuat dari HDPE transparan dan fleksibel secara alami. Penambahan warna akan membuat botol HDPE buram meski tidak glossy.

Botol plastik HDPE cocok untuk dekorasi layar sutra. Meskipun botol HDPE memberikan perlindungan yang baik pada suhu di bawah titik beku, botol tersebut tidak dapat digunakan dengan produk yang diisi pada suhu lebih dari 87° C atau produk yang memerlukan segel kedap udara (vakum). HDPE TIDAK cocok untuk digunakan dengan minyak esensial.

Botol Plastik - Polietilen Berkasitas Rendah (LDPE)

LDPE mirip dengan HDPE dalam komposisi. LDPE kurang kaku dan umumnya kurang tahan kimia dibandingkan HDPE, tetapi lebih tembus cahaya. LDPE digunakan terutama untuk aplikasi pemerasan. LDPE secara signifikan lebih mahal daripada HDPE

Botol Plastik - Polietilena Tereftalat (PET)

Botol Plastik berbahan Polyethylene Terephthalate biasa digunakan untuk botol minuman berkarbonasi. PET memberikan sifat penghalang alkohol dan minyak esensial yang sangat baik, ketahanan kimia yang umumnya baik (walaupun aseton dan keton akan menyerang PET) dan tingkat ketahanan benturan dan kekuatan tarik yang tinggi. Proses orientasi berfungsi untuk meningkatkan sifat penghalang gas dan kelembaban dan kekuatan impak. Bahan ini tidak memberikan ketahanan terhadap aplikasi suhu tinggi -- maks. suhu 71° F

Botol Plastik - Polivinil Klorida (PVC)

Botol Plastik berbahan PVC bening alami, memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap minyak, dan memiliki transmisi oksigen yang sangat rendah. Botol PVC memberikan penghalang yang sangat baik untuk sebagian besar gas dan ketahanan benturan jatuh juga sangat baik. Bahan ini tahan kimia, tetapi rentan terhadap pelarut.

Botol PVC adalah pilihan yang sangat baik untuk kemasan minyak salad, minyak mineral, dan cuka. Hal ini juga biasa digunakan untuk kemasan sampo dan produk kosmetik. PVC menunjukkan ketahanan yang buruk terhadap suhu tinggi dan akan terdistorsi pada 71° C, sehingga tidak kompatibel dengan produk yang diisi panas.

Toples Plastik - Polipropilena (PP)

Toples plastik yang terbuat dari polypropylene menyediakan kemasan kaku dengan penghalang kelembaban yang sangat baik.

Salah satu keuntungan utama polipropilena adalah stabilitasnya pada suhu tinggi, hingga 93° C. Botol dan stoples polipropilena dapat diautoklaf dan menawarkan potensi untuk sterilisasi uap. Kompatibilitas PP dengan suhu pengisian tinggi bertanggung jawab untuk penggunaannya dengan produk pengisi panas seperti sirup pancake.

Botol PP memiliki ketahanan kimia yang sangat baik, tetapi memberikan ketahanan benturan yang buruk pada suhu dingin.

Toples Plastik - Polistirena (PS)

Toples plastik yang terbuat dari styrene menawarkan kejernihan dan kekakuan yang sangat baik dengan biaya yang ekonomis. Toples ini biasanya digunakan dengan produk kering termasuk vitamin, jeli minyak bumi, dan rempah-rempah. Styrene tidak memberikan sifat penghalang yang baik, dan menunjukkan ketahanan benturan yang buruk.

Botol Plastik - HDPE yang diolah dengan Fluorin

Botol Plastik yang diproduksi dengan campuran gas fluor dan udara, atau terkena gas fluor dalam operasi sekunder, memiliki tampilan yang mirip dengan HDPE dan memiliki sifat penghalang yang luar biasa terhadap hidrokarbon dan pelarut aromatik. botol plastik hdpe yang diolah dengan fluor juga menahan penetrasi oleh oksigen dan karbon dioksida.

Botol plastik yang diolah dengan fluor sangat baik untuk digunakan dengan insektisida, bahan kimia fotografi, bahan kimia pertanian, pembersih rumah tangga, lilin, pengencer cat dan bensin.

Diterjemahkan dari : PLASTIC BOTTLE RESIN MATERIALS (ebottles.com)

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik


Termoplastik adalah jenis plastik yang melunak jika mengalami pemanasan dan akan mengeras jika mengalami pendinginan. Proses pelunakan dan pengerasan termoplastik dapat berlangsung berulang kali. Penamaan termoplastik diperoleh dari pembentukan ulang sifat plastik dengan proses pemanasan. Termoplastik mengandung resin hidrokarbon dan manik-manik kaca.

Pembentukan termoplastik dapat dilakukan menggunakan panas setelah melalui proses pendinginan. Panas digunakan untuk mempertahankan bentuk dari termoplastik. Pemanasan dapat dilakukan berulang kali tanpa mengubah sifat-sifat bahan termoplastik.

Penerapan termoplastik yang paling umum adalah untuk pembuatan markah jalan. Markah jalan yang berbahan termoplastik memiliki refleksi yang tinggi, daya tahan yang kuat dan umur pemakaian yang sangat lama. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa didaur ulang. Termoplastik dibentuk menjadi produk jadi melalui proses injection molding, blow molding, dan ekstrusi.

Jenis-jenis termoplastik berdasarkan label produknya lain:

- HDPE (polietilen densitas tinggi) dan LDPE (polietilen densitas rendah), merupakan bahan plastik yang paling umum, sangat tahan, serbaguna, murah, transparan atau putih, dan memiliki sifat insulasi yang sangat baik. HDPE dapat digunakan untuk membuat botol, kaleng, tangki air dan kontainer pengiriman. LDPE biasa digunakan dalam produk seperti tas, kemasan, dan mainan.

- PVC (Polyvinyl Chloride), merupakan turunan plastik yang paling serbaguna dan dapat diproduksi melalui empat proses yang berbeda (suspensi, emulsi, blok dan larutan). PVC adalah plastik serbaguna yang tahan terhadap abrasi, bahan kimia, atmosfer dan api. PVC digunakan dalam industri kertas dan dalam pembuatan kemasan untuk makanan, kartu kredit, furnitur, mainan, dan pakaian.

- PP (polypropylene), merupakan termoplastik dengan temperatur pelunakan lebih tinggi daripada polietilen dan lebih mudah teroksidasi. Sifat PP adalah transparan, ringan dan tahan lama, tidak menyerap air, mudah dipasang, dan memiliki ketahanan yang kuat terhadap retak stres lingkungan. PP biasa digunakan untuk membuat serat tekstil, gasket, kemasan, karpet, tali, furnitur, dan lain-lain.

- PS (polystyrene), merupakan polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Polystirene biasa digunakan untuk menggantikan kaca, aluminium, dan kayu karena lebih murah. Polystyrene juga digunakan dalam kemasan (termasuk makanan), wadah, kotak, lampu, barang sekali pakai, mainan, dan cangkir.

Jenis-jenis termoplastik industri antara lain:

- PB (Polybutene), digunakan dalam industri pipa dan pemanas untuk fabrikasi pipa. Ini memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk digunakan di bidang pipa air panas dan dingin bertekanan, berkat kombinasi fleksibilitas dan kekuatan tarik pada suhu tinggi.

- PMMA (polymethylmethacrylate), adalah salah satu plastik rekayasa, bersaing dengan termoplastik lain seperti polikarbonat atau polistirena. Ini digunakan dalam industri otomotif untuk membuat lampu depan mobil dan bagian lain, serta untuk penerangan, kosmetik, arsitektur, optik, dan hiburan. Karena ketahanan goresnya yang kuat, penampilan yang cantik dan warna transparan, kaca ini dianggap sebagai pengganti yang baik untuk kaca.

- PET (polyethylene terephthalate), adalah termoplastik yang banyak digunakan dalam kemasan tekstil dan minuman. Meskipun viskositasnya menurun dengan riwayat termal, ia dapat didaur ulang dan disetujui untuk digunakan dalam produk yang bersentuhan langsung dengan makanan. Ini ringan, transparan, kristal, tahan air, dengan kekuatan lentur tinggi dan penyerapan air rendah.

- PTFE (Polytetrafluoroethylene), lebih dikenal sebagai Teflon. Sifat utamanya adalah benar-benar inert, sehingga tidak bereaksi dengan bahan kimia lain, kecuali dalam keadaan yang sangat khusus. Ini memiliki impermeabilitas yang kuat dan mempertahankan karakteristiknya di lingkungan yang lembab.

- Nilon, adalah jenis serat tekstil yang elastis dan tahan. Ngengat tidak menyerangnya dan tidak perlu disetrika. Ini digunakan untuk membuat stoking, kain dan pakaian rajut. Jika itu adalah cetakan kompresi, itu juga digunakan untuk membuat gagang sikat, sisir, dan gadget lainnya.

Produk-produk termoplastik biasanya dicetak dengan menggunakan mold (cetakan). Polimer awalnya akan dipanaskan di tungku pemanas dengan suhu tertentu, kemudian polimer yang meleleh akan masuk ke molding dan ditekan. Dengan cooling system yang disertakan pada molding, termoplastik akan seketika mengeras dan menjadi produk sesuai kebutuhan.

Mengukur ketebalan produk hasil termoplastik dapat menggunakan ultrasonik thickness gauge. Pengukuran dilakukan untuk menjamin kualitas produk agar sesuai standar produksi. Jika ketebalan produk tidak sesuai standar akan menimbulkan masalah terutama jika produk tersebut digunakan sebagai part dari mesin-mesin atau peralatan. Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan plat stainless dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan plat stainless. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan plat stainless stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless


Plat Stainless atau plat baja tahan karat sering dipakai pada industri minuman dan makanan atau yang berhubungan dengan air, garam, dan kimia. Plat jenis ini memiliki beragam fungsi dan keunggulan di bandingkan material lainnya. Keunggulannya yaitu tingkat kontaminasi kimia yang rendah pada makanan, mudah dibersihkan, tahan lama, tahan serangan bakteri sera memiliki sifat mekanik yang cukup baik. Plat stainless 304 memiliki kadar nikel 8% - 10% dengan sifat yg lentur atau lunak. Aplikasi plat stainless 304 biasanya untuk pembuatan barang yang harus melalui proses press atau cetak. Tipe plat stainless 304 merupakan jenis Food Grade (aman ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman). Plat stainless 316 memiliki kadar nikel antara 12% ke atas tergantung dari pabrik dan negara asal pembuatnya. Plat stainless merupakan plat yang paling tangguh dalam menghadapi zat asam dan dapat bertahan sangat lama sekali dalam rendaman air laut.

Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi. Stainless steel merupakan logam paduan dari beberapa unsur logam yang dipadukan dengan komposisi tertentu. Dari perpaduan logam tersebut didapatkan logam baru dengan sifat atau karakteristik yang lebih unggul dari unsur logam sebelumnya. Stainless steel memiliki kandungan Chrom minimal 10,5%. Kandungan unsur chrom ini merupakan pelindung utama dari gejala yang disebabkan pengaruh kondisi lingkungan. Stainless steel memiliki sifat tahan korosi secara alami tanpa metode pabrikasi. Sifat tahan karat stainless steel diperoleh karena adanya kandungan unsur chrom yang tinggi. Stainless steel lebih awet atau tahan lama dan tidak mudah rusak karena oksidasi. Dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik tinggi.

Plat stainless banyak digunakan dalam peralatan dan perlengkapan yang kita gunakan sehari-sehari. Penggunaannya tergantuk dari jenis, ketebalan, kekerasan dan sifat lainnya dari plat stainless. Jenis martensitic biasanya digunakan untuk alat makan, pisau bedah, peralatan bedah dan lain sebagainya. Jenis ferritic biasa digunakan untuk knalpot kendaraan, lis arsitektur, dan perlengkapan rumah tangga, dll. Jenis autenitic biasa digunakan untuk oven, wastafel, dan lainnya. 

Plat stainless umumnya diproduksi dengan ketebalan plat yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam industri. Ketebalan plat stainless biasanya berkisar antara 0,2mm - 50mm. Untuk mengukur ketebalan plat stainless ini bisa menggunakan jangka sorong untuk bagian pinggir plat. Namun bagaimana dengan bagian tengah plat? Apakah kita bisa menjamin ketebalan platnya merata di semua sisi? Sementara jangka sorong tidak dapat digunakan untuk mengukur ketebalan plat stainless di bagian tengah. Solusinya adalah menggunakan ultrasonic thickness gauge. 

Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan plat stainless dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan plat stainless. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan plat stainless stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore C Durometer untuk Ebonite

Shore C Durometer untuk Ebonite

Shore C Durometer untuk Ebonite


Ebonit adalah nama merek untuk bahan yang secara umum dikenal sebagai karet keras, dan diperoleh melalui vulkanisir karet alam untuk waktu yang lama. Ebonit mungkin mengandung dari 25% hingga 80% belerang dan minyak biji rami. Namanya berasal dari tujuan penggunaannya sebagai pengganti buatan untuk kayu ebony. Bahan tersebut juga disebut vulkanit, meskipun nama itu secara resmi mengacu pada mineral vulkanit.

Persentase sulfur dan suhu serta durasi yang diterapkan selama vulkanisir adalah variabel utama yang menentukan sifat teknis elastomer polisulfida karet keras. Reaksi yang terjadi pada dasarnya adalah penambahan belerang pada ikatan rangkap, membentuk struktur cincin intramolekul, sehingga sebagian besar belerang sangat terikat silang dalam bentuk adisi intramolekul. Karena memiliki kandungan sulfur maksimum hingga 40%, dapat digunakan untuk menahan pembengkakan dan meminimalkan kehilangan dielektrik. Sifat mekanik terkuat dan ketahanan panas terbesar diperoleh dengan kandungan sulfur sekitar 35% sedangkan kekuatan impak tertinggi dapat diperoleh dengan kandungan sulfur lebih rendah 30%. Kekakuan karet keras pada suhu kamar disebabkan oleh gaya van der Waals antara atom sulfur intramolekul. Menaikkan suhu secara bertahap meningkatkan getaran molekul yang mengatasi gaya van der Waals sehingga membuatnya elastis. Karet keras memiliki kepadatan tergantung campuran konten sekitar 1,1 hingga 1,2. Saat dipanaskan kembali, karet keras menunjukkan efek memori bentuk dan dapat dengan mudah dibentuk kembali dalam batas-batas tertentu. Tergantung pada persentase belerang, karet keras memiliki transisi termoplastik atau suhu pelunakan 70 hingga 80 °C (158 hingga 176 °F). Bahannya rapuh, yang menghasilkan masalah dalam penggunaannya dalam kasus baterai misalnya, di mana integritas casing sangat penting untuk mencegah kebocoran asam sulfat. Sekarang umumnya telah digantikan oleh polipropilena yang diisi karbon hitam.

Sifat fisik seperti kekuatan tarik, perpanjangan putus, kekerasan shore D, dan dampak izod dari karet ebonit yang divulkanisir ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik karet ebonit dipengaruhi secara nyata oleh jumlah penambahan belerang. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100

Jika anda sedang membutuhkan Shore C Durometer untuk Ebonite, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet


Karet, dikenal karena kualitas elastisnya, adalah sebuah komoditi yang digunakan di banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk-produk industri sampai rumah tangga). Ada dua tipe karet yang dikenal luas, karet alam dan karet sintetis. Karet alam dibuat dari getah (lateks) dari pohon karet, sementara tipe sintetis dibuat dari minyak mentah. Kedua tipe ini dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi permintaan masing-masing komoditi; ketika harga minyak mentah naik, permintaan untuk karet alam akan meningkat. Namun ketika gangguan suplai karet alam membuat harganya naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir karet alam terbesar di dunia.

Berdasarkan rata-rata produksi karet dunia periode tahun 2014-2018, Thailand menjadi negara produsen karet terbesar dengan rata-rata produksi mencapai 4,58 juta ton. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Thailand memberikan kontribusi sebesar 31,83% dari rata-rata produksi karet dunia pada periode tersebut. Sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan rata-rata produksi karet selama 2014-2018 sebesar 3,37 juta ton. Kontribusi rata-rata produksi karet dari Indonesia di dunia mencapai 23,44%. Indonesia memiliki luas TM (Tanaman Menghasilkan) karet Indonesia yang terbesar di dunia, tetapi produksinya masih dibawah Thailand. Hal ini terjadi karena banyaknya tanaman karet di Indonesia yang sudah tua atau rusak.

Sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia, jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar global. Sejak tahun 1980an, industri karet Indonesia telah mengalami pertumbuhan produksi yang stabil. Kebanyakan hasil produksi karet negara ini - kira-kira 80 persen - diproduksi oleh para petani kecil. Oleh karena itu, perkebunan Pemerintah dan swasta memiliki peran yang kecil dalam industri karet domestik.

Menjelang akhir tahun 2020 industri ban mulai pulih pasca pandemi. Permintaan karet dunia mendadak naik tetapi pasokan karet dunia justru menurun. Hal ini menyebabkan harga karet dunia melonjak naik. Tahun 2021 diperkirakan produksi karet dunia 13,8 juta ton sedangkan konsumsi karet mencapai 14,1 juta ton.

Standar mutu karet Indonesia atau Standard Indonesia Rubber (SIR) merupakan karet alam yang diperoleh dengan proses pengolahan bahan baku karet. Bahan baku tersebut berasal dari getah (lateks) batang pohon Havea Brasiliensis, baik secara mekanis ataupun tanpa campuran bahan kimia. SIR tergolong menjadi 6 jenis mutu yang terdiri dari SIR 3 (Constant Viscosity), SIR 3 L (Light), SIR 3 WF (Whole Field), SIR 5, SIR 10 dan SIR 20.  Perbedaan dari keenam jenis standar mutu tersebut terletak pada tingkat kadar kotorannya dan bahan olahan yang digunakan. SIR 3 CV, SIR L dan SIR 3 WF terbuat dari bahan lateks sedangkan SIR 5, SIR 10 dan SIR 20 terbuat dari bahan koagulum lateks.

Sifat lunak dari satu material tentu memberikan pengaruh pada physical propertiesnya. Karet yang lunak itu fleksibel terhadap tekanan dan baik untuk seal gap, memiliki daya kenyal yang bagus dan memiliki daya lekat yang bagus. Sementara karet yang keras itu tahan gesek, kekuatan tarik yang tinggi, dan kuat meredam getaran/tumbukan. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Karet, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang


Jenis-jenis benang? Benang merupakan susunan serat-serat yang teratur ke arah memanjang dengan garis tengah dan jumlah antihan tertentu yang diperoleh dari pemintalan. Benang adalah hasil akhir dari proses pemintalan baik berupa benang alam atau sintetis. Secara garis besar benang dikelompokkan menjadi tiga yaitu, benang dasar (yarns), benang hias (novelty yarns) dan benang bertekstur.

Benang dasar adalah jenis benang yang paling sederhana yang terbuat dari satu serat yang sama atau serat campuran. Jenis benang ini terlihat lembut dan rata. Benang hias biasanya dibuat berpilin dua. Benang tunggal pertama berguna sebagai dasar atau inti serta menjadi tempat membelitnya benang-benang tunggal lainnya. Sementara benang bertekstur biasanya dihasilkan dari serta thermoplastik yaitu serat yang bentuknya dapat diatur oleh panas.

Secara singkat proses pemintalan benang itu melewati beberapa mesin proses mulai dari Mesin Blowing → Mesin Carding → Mesin Drawing → Mesin Roving → Mesin Spinning → Mesin Winding.

Pada dasarnya diameter gulungan benang dan kepadatan gulungan akan berkorelasi dengan tingkat kekerasan gulungan benang tersebut. Untuk mengukur tingkat kekerasan gulungan benang dapat menggunakan Shore A Durometer yaitu jenis alat ukur kekerasan untuk material lembut.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Gulungan Benang, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless


Plat Stainless atau plat baja tahan karat sering dipakai pada industri minuman dan makanan atau yang berhubungan dengan air, garam, dan kimia. Plat jenis ini memiliki beragam fungsi dan keunggulan di bandingkan material lainnya. Keunggulannya yaitu tingkat kontaminasi kimia yang rendah pada makanan, mudah dibersihkan, tahan lama, tahan serangan bakteri sera memiliki sifat mekanik yang cukup baik. Plat stainless 304 memiliki kadar nikel 8% - 10% dengan sifat yg lentur atau lunak. Aplikasi plat stainless 304 biasanya untuk pembuatan barang yang harus melalui proses press atau cetak. Tipe plat stainless 304 merupakan jenis Food Grade (aman ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman). Plat stainless 316 memiliki kadar nikel antara 12% ke atas tergantung dari pabrik dan negara asal pembuatnya. Plat stainless merupakan plat yang paling tangguh dalam menghadapi zat asam dan dapat bertahan sangat lama sekali dalam rendaman air laut.

Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi. Stainless steel merupakan logam paduan dari beberapa unsur logam yang dipadukan dengan komposisi tertentu. Dari perpaduan logam tersebut didapatkan logam baru dengan sifat atau karakteristik yang lebih unggul dari unsur logam sebelumnya. Stainless steel memiliki kandungan Chrom minimal 10,5%. Kandungan unsur chrom ini merupakan pelindung utama dari gejala yang disebabkan pengaruh kondisi lingkungan. Stainless steel memiliki sifat tahan korosi secara alami tanpa metode pabrikasi. Sifat tahan karat stainless steel diperoleh karena adanya kandungan unsur chrom yang tinggi. Stainless steel lebih awet atau tahan lama dan tidak mudah rusak karena oksidasi. Dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik tinggi.

Untuk mengukur tingkat kekerasan plat stainless, kita dapat menggunakan alat leeb hardness tester. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja, merupakan adopsi identik dari ASTM A956-12, Standard test method forleeb hardness testing of steel products.

Jika anda sedang membutuhkan Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja


Pipa baja atau carbon steel pipes merupakan salah satu jenis pipa serbaguna untuk berbagai kalangan industri, mulai dari migas, pembangkit listrik, furniture, hingga otomotif. Salah satu keunggulan yang membuat pipa karbon ini populer di kalangan industri adalah mampu bertahan di berbagai tekanan tinggi, seperi suhu, panas, sifat destruktif lain, serta telah diakui dunia, khususnya di bidang otomotif. Umumnya pipa karbon baja terbuat dari bahan utama, yakni besi (Fe) dan karbon (Co) yang dicampur dengan bahan lainnya, seperti logam, aluminium, dan sebagainya. Pipa identik dengan fungsinya sebagai saluran air. Sedangkan sifat korosi atau karat memang melekat pada besi. Untuk itu diperlukan campuran karbon guna membuatnya lebih awet kala digunakan sebagai saluran air. Semakin tinggi tingkat karbon, maka semakin rendah pula titik leburnya.

Baja karbon sendiri memiliki tiga klasifikasi berdasarkan kandungan karbonnya, yakni karbon rendah, karbon menengah, dan karbon tinggi. Karbon rendah umumnya memiliki kandungan karbon kurang dari 0,30%, karbon menengah antara 0,30%-0,60%, dan karbon tinggi memiliki kandungan karbon lebih dari 0,60%.

Bisa dibilang proses pembuatan pipa baja ini hampir sama dengan pipa seamless. Pembuatannya sama-sama memakai billet baja yang telah dipanaskan. Nantinya billet itu akan diletakkan dalam cetakan khusus yang diameternya lebih besar dari kebutuhan pipa nantinya. Setelah itu, palu hidrolik yang ditempatkan di bagian tengah akan membuat rongga dalam pipa.  Metode ini umumnya dipakai untuk menghasilkan pipa dalma ukuran diameter yagn besar. Keunggulan dari pipa baja yang ditempa ini adalah hasilnya yang lebih kuat dan tahan lama ketimbang baja tuang.

Konsumen bisa mengenali kandungan serta kualitas dari sebuah pipa baja dengan melihat pada nomornya. Terutama, pada baja karbon dan baja alloy. Pada tahun 1930-an hingga 1940-an, AISI dan Society of Automotive Engineers (SAE) memiliki standar penomoran masing-masing. Hanya saja, sejak tahun 1995, AISI sudah tidak lagi mengembangkan sistem tersebut. Alhasil, sistem SAE lebih banyak dipakai. Dalam sistem SAE, penomoran dilakukan dengan menggunakan 4 digit angka. Digit pertama menunjukkan elemen campuran utama. Digit kedua, mengindikasikan kandungan elemen utama dalam baja tersebut (biasanya menggunakan aturan ini, tapi tidak selalu). Sementara itu, dua digit terakhir menunjukkan kandungan karbon pada pipa baja tersebut. Sebagai catatan, untuk digit kedua pada baja karbon, hanya menggunakan dua angka, yakni 1 dan 2. Angka 1 ditujukan untuk baja yang memperoleh penambahan sulfur. Sementara angka 2 pada digit 2 di baja karbon, menunjukkan adanya proses penambahan sulfur dan fosfor. Selain sistem SAE, ada pula sistem penomoran bernama Unified Numbering System (UNS). Sistem penomoran UNS lebih lengkap dan merupakan hasil adopsi sistem SAE. Sistem ini menggunakan 6 digit kombinasi huruf dan angka. Namun, standar yang ditetapkan oleh UNS dan SAE tersebut juga masih kurang lengkap. Oleh karena itu, ada lembaga lain yang berusaha untuk melengkapinya. American Society for Testing Materials (ASTM) menjadi lembaga yang melakukan pengujian terhadap produk pipa. Sementara itu, American Petrolium Institute (API) secara khusus menguji pipa yang ditujukan untuk industri migas.

Menurut The American Iron and Steel Institute (AISI), material baja disebut baja karbon ketika tidak memiliki kandungan minimum krom, nikel, kobalt, vanadium titanium, atau elemen lain yang sering kali ditambahkan agar bisa menghasilkan efek-efek tertentu. Baja karbon juga memiliki kandungan tembaga dan silikon di bawah 0,40 persen, dan kandungan mangan maksimum sekitar 1,65 persen. Adapun kandungan utama dari baja Janis ini adalah Fe (Ferrum) atau besi yang dipadukan dengan C (Carbon) atau karbon. Besar kecilnya kandungan karbon inilah yang nantinya berpengaruh terhadap tingkat kekerasan material baja. Semakin tinggi kandungan karbon, semakin rendah titik didih untuk peleburannya. hal ini nantinya berpengaruh terhadap kegetasan dan kekerasan baja. Kandungan karbon maksimal yang dibutuhkan adalah sekitar 1,7%. Kadar tersebut berpengaruh terhadap harga pipa baja karbon. Jika disimpulkan, pipa baja karbon adalah pipa baja yang memiliki kandungan besi, karbon sebesar maksimal 1,7%, silikon dan aluminium, mangan yang tidak lebih dari 1,65%, dan unsur-unsur kimia lain seperti oksigen (O), belerang (S), dan nitrogen (N) yang jumlahnya sangat kecil. Dalam pipa baja ini juga terdapat kandungan elemen lain seperti Al, Cr, Co, Ni, dan Mo, yang batas minimumnya tidak ditentukan.

Untuk mengukur tingkat kekerasan pipa baja, kita dapat menggunakan alat leeb hardness tester. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja, merupakan adopsi identik dari ASTM A956-12, Standard test method forleeb hardness testing of steel products.

Jika anda sedang membutuhkan Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca


Industri kemasan terus berkembang dari masa ke masa. Berbagai bahan telah digunakan untuk menciptakan kemasan mulai dari plastik, aluminium, kertas, kayu, kaca, dan lain-lain. Hal itu dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyempurnaan dari kemasan-kemasan yang sudah ada. Kertas digunakan karena bahannya ringan tetapi tidak tahan lama, mudah rusak dan kurang ramah lingkungan karena kertas dibuat dari serat kayu. Plastik digunakan karena ringan, lebih awet, tidak mudah rusak, harganya murah tetapi menjadi tidak ramah lingkungan karena bila tercecer di alam akan sulit terurai. Kaca (biasanya dalam bentuk botol) digunakan karena lebih kokoh, kedap udara, higienis, tahan lama, dan bisa didaur ulang tetapi kekurangannya adalah terlalu berat.

Ada empat bahan baku utama dalam pembuatan botol kaca yaitu pasir silika atau pasir kaca, kapur, soda as, dan biji kaca atau cullet. Bahan-bahan seperti pasir silika dan kapur tersedia di Indonesia. Sementara, soda as harus diimpor dari AS. Adapun cullet didapat dari botol bekas yang dibeli dari pemulung. Biji kaca digunakan untuk mengurangi energi dalam pembuatan kaca. 

Ketebalan botol kaca sulit diukur jika menggunakan sigmat / jangka sorong. Alat yang tepat untuk mengukur ketebalan botol kaca adalah menggunakan alat Magnetic Ball Thickness Gauge. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan bahan non-magnetik seperti plastik, kaca, keramik, aluminium, titanium, tembaga, dll. Keakuratan pengukuran tidak terpengaruh oleh bentuk sampel.

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan prinsip Efek Hall. Pengukuran yang sederhana dan tepat diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berikut:

- Tempatkan bola baja di satu sisi sampel dan probe di sisi yang berlawanan.
- Pindahkan sampel, sehingga probe dan bola berada pada posisi pengujian yang diinginkan.
- Bola baja ditarik ke probe melalui magnet, secara otomatis.
- Sensor Hall Effect pada probe secara akurat mengukur jarak antara ujung probe dan bola baja.
- Pengukuran ditampilkan pada layar.

Jika anda sedang membutuhkan Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261
Back to top
banner