Home About Us News Artikel Contact Us Chat Whatsapp Live

Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Uji Kekerasan Pakan Ayam

Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Uji Kekerasan Pakan Ayam

Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Uji Kekerasan Pakan Ayam


Bagi peternak unggas terutama ayam, tentu sudah tidak asing dengan pakan. Pada dasarnya ayam adalah hewan omnivora. Dia bisa memakan apapun yang ditemuinya dan dianggapnya sebagai makanan. Namun dalam dunia peternakan, tentu pemberian pakan pada ayam tidak bisa sembarangan. Pertumbuhan ayam sangat dijaga, termasuk kesehatannya karena akan menghasilkan kualitas daging ayam yang perlu dijaga. Maka dari itu, pemilihan pakan ayam pun memiliki standar tersendiri. 

Pakan ayam yang biasa digunakan adalah berbentuk pelet produksi feed mill yang terbuat dari sayuran, kunyit, dedak, vitamin, tepung ikan, kedelai, jagung, bekatul, dan air bersih. Pelet diproses dari bahan makanan yang melalui proses penggilingan serta pemadatan. Pelet sangat umum digunakan sebagai makanan untuk ikan atau ayam dan sangat diminati oleh peternak ayam karena harganya yang murah.

Namun, apakah anda sudah mengetahui bahwa pelet itu harus memiliki kekerasan sesuai standar? Ya. Pelet harus diukur kekerasannya karena berkaitan dengan dua hal. Jika pelet terlalu keras maka akan berimbas ke pencernaan ternak terutama ayam dan akan menghasilkan kualitas daging ayam yang kurang baik karena ayam membutuhkan energi yang cukup besar untuk mencerna pakan tersebut. Dan sebaliknya jika pelet terlalu rapuh maka akan berimbas ke kualitas penyimpanan pelet tersebut. Pelet akan mudah hancur jika terlalu rapuh. Tentu itu kondisi yang kurang disukai oleh peternak.

Pengujian kekerasan pelet bisa menggunakan pellet hardness tester tipe KQ-3 atau KQ-5. Pengujian kekerasan pelet menggunakan sampling 30 - 50 pcs untuk mendapatkan nilai rata-rata. Pelet ditempatkan pada bejana kecil seperti mangkuk berbahan plastik, kemudian alat akan menekan pelet tersebut dari atas. Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 akan mengukur tingkat kekerasan berdasarkan besarnya gaya yang dibutuhkan menekan pelet tersebut sampai kondisi ideal. Kenapa disebut kondisi ideal? Karena ketika pelet tertekan sampai hancur, alat ini akan menganggap itu pengukuran gagal dan tidak akan direkam karena nilai yang terukur sudah di luar ambang batas. Anda juga dapat mendata berapa banyak pelet yang hancur pada saat sampling dan menginputnya pada data statistik anda untuk menganalisa berapa banyak kemungkinan produk yang reject dalam setiap batch produksi.


Jika anda sedang membutuhkan Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Pakan Ayam, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah GY-4

Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah GY-4

Fruit hardness tester merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan kematanagan buah, alat ini banyak digunakan untuk perusahan buah, pertanian, lembaga penelitian. Alat ini digunakan untuk mengetahui kematangan dan kekerasan pada buah seperti buah pisang, apel, pir, strawberry, durian, mangga dan masih banyak yang lainnya lagi, karena menilai tingkat kekerasan atau kedewasan pada buah tersebut akan sangat baik untuk perkembang biak, disimpan maupun diekspor.

Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah GY-4

Fitur :

  • Memiliki akurasi dan resolusi tinggi
  • Memiliki fungsi menahan Puncak(untuk kestabilan)
  • Adanya fungsi Pembersihan puncak pengukuran otomatis
  • Batas Toleransi (atas dan batas bawah)
  • Memiliki daya otomatis fungsi mematikan
  • 3 kesatuan yang tersedia
  • Jarak penuh 150% berlebihan
  • Dapat mengatur ulang percepatan fungsi gravitasi
  • Memiliki LCD fungsi layar arah turn
  • Memiliki memori besar (896 value data)
  • Menggunakan cahaya latar belakang Inductive
  • Dengan sinyal output untuk mengontrol tes bermotor berdiri
  • RS232C ke Port USB

 Spesifikasi :

Kapasitas 5kg (buah lunak) 20kg (buah keras)
Resolusi beban 0.001gr / 0.01kg
Akurasi   ± 0,5%
Unit N, kg, lb
Antarmuka RS-232-USB
Baterai Ni-Hi 7.2V 1800mAh
Catu daya Input110 ~ 240V 50-60Hz 200mA Output9.4V 600mA
Sensor sensor presisi tinggi
Suhu kerja 5 ℃ ~ 35 ℃
Suhu pengangkutan -10 ℃ ~ 60 ℃
Kelembaban 15% ~ 80% RH
Lingkungan kerja Tidak ada goncangan dan tidak ada sifat pedas
Diameter Tekanan (mm) 3.5, 8, 11
Tekanan Kedalaman (mm) 10
Berat (kgs) 01.05
Dimensi (mm) 245 * 66 * 36

Jika anda sedang membutuhkan Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore D Durometer untuk Akrilik

Shore D Durometer untuk Akrilik

Shore D Durometer untuk Akrilik


Akrilik adalah plastik polimer transparan berupa lembaran yang biasanya dijadikan bahan substitusi dari kaca. Akrilik sangat ringan, bahkan hingga 30 persen, lebih ringan dari kaca pada umumnya. Kejernihan akrilik 92% sedangkan kaca hanya 80-90%. Warnanya yang sangat bening serta tidak mudah menguning seperti kaca merupakan nilai plus dari akrilik. Akrilik dikenal sebagai salah satu material utama yang digunakan untuk berbagai wadah atau kotak penyimpanan, seperti tempat menyimpan make-up dan alat tulis. Akrilik merupakan bahan yang terbuat dari plastik, sehingga pastinya bahan akrilik jauh lebih kuat dibandingkan kaca.

Akrilik merupakan bahan yang tidak mudah pecah, ringan, dan juga mudah untuk dipotong, dikikir, dibor, dihaluskan, dikilapkan atau dicat. Akrilik dapat dibentuk secara thermal menjadi berbagai macam bentuk yang rumit. Kaca sebenarnya lebih sulit tergores daripada akrilik. Namun lembaran akrilik dapat dilengkapi dengan lapisan anti gores (hardcoating) yang memberikan perlindungan ekstra. Sementara akrilik anti gores hampir tidak tahan gores seperti kaca. 

Lembaran plastik akrilik dibentuk oleh proses yang dikenal sebagai polimerisasi massal. Dalam proses ini, monomer dan katalis dituangkan ke dalam cetakan di mana reaksi berlangsung. Dua metode polimerisasi massal dapat digunakan: sel batch atau kontinyu. Akrilik yang baik adalah akrilik yang memiliki tingkat kekerasan yang sempurna. Karena apabila akrilik terlalu lembek, maka produk akan mudah rusak dan berubah bentuk. Untuk menguji kekerasan akrilik yang sudah mengeras dapat menggunakan shore durometer tipe D. Dengan rentang 0-100 HD, kekerasan akrilik harus berada pada kisaran 80-100 HD sebagai tanda bahwa akrilik berkualitas baik.

Jika anda sedang membutuhkan Shore D Durometer untuk Akrilik, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore A Durometer untuk Kulit

Shore A Durometer untuk Kulit

Shore A Durometer untuk Kulit


Kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit (leather) banyak digunakan dalam peralatan kehidupan sehari-hari kita. Ada yang untuk keperluan fashion seperti tas, jaket, celana, sepatu, ikat pinggang, topi, dompet dan lain-lain. Ada yang untuk keperluan furnitur seperti pelapis sofa dan kursi. Ada yang untuk keperluan interior kendaraan seperti penutup jok mobil dan motor.

Saat ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai lebih tinggi. Kulit rusa digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit babi, kerbau, buaya, anjing, ular, kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.

Bahan kulit atau leather dapat dipecah dalam beberapa kategori yang berbeda. Beberapa variasi disebabkan oleh proses pembuatan, jenis potongan, hingga proses finishing. Dalam industri fashion, penggunaan bahan leather dipilih karena durability-nya yang membuat bahan kulit bisa bertahan lama. Kualitas bahan kulit juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mencakup jenis hewan, iklim tempat mereka tinggal, makanan yang mereka makan, dan aktivitas yang dilakukan. Maka dari itu, bahan kulit sangat dipengaruhi oleh kehidupan hewan asalnya.

Kualitas kulit ditentukan oleh bahan itu sendiri (kulit hewan apa yang dipakai) dan juga proses pengerjaannya. Kulit yang berkualitas tinggi cenderung digunakan untuk produk-produk fashion yang mahal. Hasil dari proses pengerjaan kulit itu akan menghasilkan tingkat kekerasan yang beragam. Setiap tingkat kekerasan ada peruntukan kegunaan yang berbeda-beda. Kita dapat menggunakan shore durometer skala A untuk mengukur tingkat kekerasan kulit. Skala durometer memiliki rentang 0 - 100 HA. Semakin besar skalanya semakin keras kulit tersebut. Begitupun sebaliknya.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Kulit, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore D Durometer untuk Resin

Shore D Durometer untuk Resin

Shore D Durometer untuk Resin


Resin adalah salah satu material yang cukup banyak digunakan. Resin merupakan sebuah campuran dari berbagai senyawa kompleks seperti alkohol, asam resnat dan resnotannol ester. Resin merupakan hasil dari eksudasi tumbuhan secara alami atau buatan. Salah satu sumber utama pembuatan resin adalah berasal dari getah berbagai macam pohon, seperti pohon konifer atau pohon kunjung. Untuk mendapatkan tekstur yang kuat, campuran getah pohon tersebut dicampurkan dengan berbagai unsur kimiawi lainnya hingga menghasilkan bahan yang tidak mudah hancur. Resin memiliki sifat mudah mengeras, padat, bening, kusam, mengkilat, rapuh, dan bisa meleleh atau mudah terbakar saat terkena panas, dan memiliki bobot yang ringan. Bahan ini sangat disukai oleh setiap orang karena bisa dijadikan berbagai macam benda, salah satunya adalah kerajinan tangan. Resin biasa digunakan untuk membuat kerajinan tangan, dijadikan pelapis furniture, serta jadi bahan utama pembuatan komponen bodi mobil.

Resin biasa dijadikan kerajinan tangan seperti kalung, gelang, cincin, anting-anting, jam dinding, tatakan gelas, dan lain-lain. Dalam penggunaan pelengkap furnitur, resin biasa dipadukan dengan kayu untuk membuat meja hias agar memiliki kesan seperti sungai. Warnanya yang bening membuatnya indah dipandang seperti kaca atau air. 

Terdapat beberapa variasi resin yang biasa digunakan yaitu epoxy, polyester, polyurethane, dan silicone. Karena berasal dari getah dan campuran kimia, resin perlu dibentuk terlebih dahulu dengan menggunakan cetakan atau secara manual sebelum akhirnya harus dibakar supaya bisa mengeras dan menghasilkan benda yang sudah dicetak sebelumnya. Resin yang baik adalah resin yang memiliki tingkat kekerasan yang sempurna. Karena apabila resin terlalu lembek, maka produk akan mudah rusak dan berubah bentuk. Untuk menguji kekerasan resin yang sudah mengeras dapat menggunakan shore durometer tipe D. Dengan rentang 0-100 HD, kekerasan resin harus berada pada kisaran 80-100 HD sebagai tanda bahwa resin berkualitas baik.

Jika anda sedang membutuhkan Shore D Durometer untuk Resin, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless


Pipa stainless steel adalah jenis pipa yang populer dipakai di berbagai industri. Hal ini dikarenakan jenis pipa ini menggunakan bahan yang efektif dan kokoh. Stainless steel adalah jenis baja campuran yang mengandung besi sebagai bahan utama dan mencampurkan kromium sekitar 10%. Pipa stainless memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap serangan korosi atau karat. Pipa stainless juga sering dipakai dalam pembuatan bangunan. Tidak hanya untuk bangunan gedung bertingkat saja, pipa jenis ini juga dipakai dalam kehidupan rumah tangga. Selain untuk bangunan, pipa stainless sering digunakan untuk keperluan industri heat exchangers, general engineering, industri otomotif, industri makanan, industri kimia dan farmasi, serta industri minyak dan gas.

Pipa stainless steel dibuat mengikuti standar  ASTM A312 TP316 / 316L. SS316 / 316L adalah grade ganda yang digunakan untuk pipa stainless steel. Grade ini memungkinkan pipa untuk dapat digunakan untuk dua kebutuhan. Panjang standar pipa stainless steel adalah 6 meter, pipa ini dikenal karena kualitasnya yang unik yang didapatkan dari mendengarkan permintaan pasar dan memasukkannya ke dalam proses produksi. ​Stainless steel SS316 atau dikenal juga dengan marine grade stainless steel memiliki tingkat anti korosi yang tinggi. Beberapa tipe yang dikenal dari stainless steel SS316 adalah varian L, F, H, dan N. Varian-varian ini memiliki beberapa perbedaan dari sumbernya dan juga meiliki kegunaan yang berbeda. Sebagai contoh, varian 316L berarti baja memiliki kandungan karbon lebih sedikit dibandingkan varian 316 yang memiliki kandungan karbon lebih banyak.

Pipa 'seamless' stainless steel dibuat dari billet baja yang kemudian dilubangi bagian tengahnya sehingga terbentuk pipa. Proses pelubangannya bisa menggunakan 4 metode yaitu proses mandrell mill, proses mannesmann plug mill, proses extrusion, atau proses forging (penempaan). Keempat metode proses tersebut akan menghasilkan pipa stainless yang mulus tanpa sambungan atau bekas lasan. Semua metode proses tersebut akan menghasilkan ketebalan pipa stainless yang konstan dan stabil di semua sisi. Bagaimana cara mengukur ketebalan pipa stainless di semua bagian? Kita dapat menggunakan alat yang namanya Ultrasonic Thickness Gauge. Prinsip kerja Ultrasonic Thickness Gauge dalam mengukur ketebalan pipa stainless adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan pipa dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan kaca tersebut. Ultrasonic Thickness Gauge sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan kaca stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung. 

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca


Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Kaca berasal dari pasir silika atau pasir kuarsa yang mengandung besi tidak lebih dari 0,45 persen untuk pecah belah dan 0,015 persen untuk kaca optik. Sebab kandungan besi dapat merusak warna kaca. Kaca dicampur dengan sodium oksida dan kalsium oksida atau kapur. Kaca alami tersebut terbuat ketika peristiwa alam yang melibatkan suhu tinggi terjadi, misalnya aktivitas vulkanik, sambaran petir, hingga meteorit. Peristiwa tersebut menyebabkan jenis batuan tertentu meleleh, melebur, dan mendingin dengan cepat. Proses tersebut membuat kaca alami terbentuk. Kaca adalah material yang rapuh, ia juga konduktor panas yang buruk. Perubahan suhu yang mendadak akan memberikan tekanan pada kaca, yang akhirnya menyebabkan retakkan, bahkan hingga meledak

Kaca memiliki peran yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Hampir seluruh bangunan yang ada pasti mempunyai kaca. Secara umum, fungsi dari kaca tentunya untuk membuat ruangan Anda menjadi tidak gelap dan membiarkan cahaya alami dari matahari bisa masuk ke dalam dengan mudah. Penggunaan kaca sebagai material konstruksi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: Daya tahan yang baik karena kaca tidak terpengaruh dengan cairan pembersih dan bahan kimia lainnya. Mudah dibersihkan sehingga dapat menghemat waktu untuk membersihkannya. Mampu memaksimalkan pemandangan di luar ruangan. Selain untuk konstruksi bangunan, kaca juga digunakan untuk kacamata, kaca las, partisi kaca, pintu kaca, kanopi, gorden, cermin, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Bagaimanakah proses pembuatan kaca? Kurang lebih terdapat 10 tahap yang harus dilakukan untuk mengolah bahan-bahan di atas menjadi sebuah material kaca yang siap pakai, yaitu:
- Penyiapan Pasir Kuarsa
- Penambahan Natrium Karbonat dan Kalsium Oksida
- Penambahan Bahan-bahan Kimia Tertentu
- Penambahan Bahan Kimia Pemberi Warna
- Persiapan Proses Pembuatan Kaca
- Pemasakan Bahan Menjadi Cairan
- Penyeragaman Cairan Kaca dan Gelembung
- Pencetakan Cairan Kaca di Blok Khusus
- Pendinginan Kaca dengan Cepat
- Pembersihan Kaca dan Penyempurnaan

Jenis-jenis kaca yang beredar di pasaran antara lain kaca polos, kaca es, kaca cermin, kaca warna, kaca tempered, kaca laminated, dan kaca patri. Ukuran standar kaca dibuat bervariasi dengan standar tertentu untuk mengikuti kebutuhan pasar. Ketebalan kaca juga bervariasi yang umumnya berkisar antara 2mm - 15mm. Bagaimana cara mengukur ketebalan kaca? Pada bagian pinggir, kita dapat mengukur ketebalan kaca dengan mistar, meteran, atau pakai sigmat/jangka sorong. Sementara pada bagian tengah kaca yang mana tidak dapat dijangkau oleh alat ukur biasa, kita dapat menggunakan alat yang namanya Ultrasonic Thickness Gauge atau bisa juga menggunakan Magnetic Ball Thickness Gauge.

Prinsip kerja Ultrasonic Thickness Gauge dalam mengukur ketebalan kaca adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan kaca dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan kaca tersebut. Ultrasonic Thickness Gauge sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan kaca stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung. Sementara prinsip kerja alat Magnetic Ball Thickness Gauge adalah menggunakan prinsip Efek Hall.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik


Botol plastik adalah sebuah botol yang terbuat dari plastik. Botol plastik biasanya dipakai untuk menyimpan cairan seperti air, minuman ringan, oli motor, minyak masak, obat, sampo, susu dan tinta. Ukurannya beragam dari botol sampel yang sangat kecil sampai carboy besar.

Botol plastik datang dalam berbagai bahan (resin). Botol plastik yang diproduksi dari bahan HDPE adalah yang paling umum dan paling murah. Botol plastik yang dihasilkan dari bahan PET adalah yang paling jernih. Toples plastik yang dihasilkan dari bahan PP bersifat elastis dan ekonomis. Untuk jenis-jenis material botol plastik dapat dibaca di sini.

Melansir pernyataan dari Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), ketebalan plastik kemasan di Indonesia rata-rata masih di bawah 30 mikron. Inaplas mengusulkan agar ketebalan plastik kemasan makanan dan minuman ditebalkan. Sebab, semakin tebal plastiknya, akan semakin mudah untuk didaur ulang sehingga masalah pencemaran lingkungan dapat diatasi. Inaplas menyatakan, semestinya pemerintah bisa mencontoh India yang mensyaratkan tebal botol plastik di atas 50 mikron.

Mengukur ketebalan botol plastik dapat menggunakan magnetic ball thickness gauge. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan bahan non-magnetik seperti plastik, kaca, keramik, aluminium, titanium, tembaga, dll. Keakuratan pengukuran tidak terpengaruh oleh bentuk sampel.

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan prinsip Efek Hall. Pengukuran yang sederhana dan tepat diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berikut:
- Tempatkan bola baja di satu sisi sampel dan probe di sisi yang berlawanan.
- Pindahkan sampel, sehingga probe dan bola berada pada posisi pengujian yang diinginkan.
- Bola baja ditarik ke probe melalui magnet, secara otomatis.
- Sensor Hall Effect pada probe secara akurat mengukur jarak antara ujung probe dan bola baja.
- Pengukuran ditampilkan pada layar.

Jika anda sedang membutuhkan Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Plastik, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

BAHAN RESIN BOTOL PLASTIK

Botol plastik datang dalam berbagai bahan (resin). Botol plastik yang diproduksi dari bahan HDPE adalah yang paling umum dan paling murah. Botol plastik yang dihasilkan dari bahan PET yang paling jernih. Toples plastik yang dihasilkan dari bahan PP bersifat elastis dan ekonomis. Toples plastik berbahan PS cenderung bening.

Sistem Kode Bahan Botol Plastik




Daur ulang telah dibantu oleh pembuatan Sistem Kode Bahan Botol Plastik. Sistem ini dirancang agar mudah dibaca sekilas dan dapat dibedakan dari tanda lain di bagian bawah wadah. Di mana sistem ini diterapkan, simbol-simbol ini diperlukan untuk muncul di semua botol 226 gram atau lebih besar.

Simbol terdiri dari segitiga yang dibentuk oleh tiga "panah berkejaran", dengan nomor tertentu di tengah yang menunjukkan bahan dari mana botol itu dibuat. Jumlah/setara bahan adalah:

Kode nomor kemudian dilengkapi dengan indikasi huruf umum untuk berbagai resin di bawah simbol, untuk berfungsi sebagai verifikasi konstan dari bahan yang disortir.

Botol Plastik - Polietilen Berkasitas Tinggi (HDPE)

HDPE adalah resin yang paling banyak digunakan untuk botol plastik. Bahan ini ekonomis, tahan benturan, dan memberikan penghalang kelembaban yang baik. HDPE kompatibel dengan berbagai produk termasuk asam dan kaustik tetapi tidak kompatibel dengan pelarut. Ini disediakan dalam food grade yang disetujui FDA.

Botol Plastik yang terbuat dari HDPE transparan dan fleksibel secara alami. Penambahan warna akan membuat botol HDPE buram meski tidak glossy.

Botol plastik HDPE cocok untuk dekorasi layar sutra. Meskipun botol HDPE memberikan perlindungan yang baik pada suhu di bawah titik beku, botol tersebut tidak dapat digunakan dengan produk yang diisi pada suhu lebih dari 87° C atau produk yang memerlukan segel kedap udara (vakum). HDPE TIDAK cocok untuk digunakan dengan minyak esensial.

Botol Plastik - Polietilen Berkasitas Rendah (LDPE)

LDPE mirip dengan HDPE dalam komposisi. LDPE kurang kaku dan umumnya kurang tahan kimia dibandingkan HDPE, tetapi lebih tembus cahaya. LDPE digunakan terutama untuk aplikasi pemerasan. LDPE secara signifikan lebih mahal daripada HDPE

Botol Plastik - Polietilena Tereftalat (PET)

Botol Plastik berbahan Polyethylene Terephthalate biasa digunakan untuk botol minuman berkarbonasi. PET memberikan sifat penghalang alkohol dan minyak esensial yang sangat baik, ketahanan kimia yang umumnya baik (walaupun aseton dan keton akan menyerang PET) dan tingkat ketahanan benturan dan kekuatan tarik yang tinggi. Proses orientasi berfungsi untuk meningkatkan sifat penghalang gas dan kelembaban dan kekuatan impak. Bahan ini tidak memberikan ketahanan terhadap aplikasi suhu tinggi -- maks. suhu 71° F

Botol Plastik - Polivinil Klorida (PVC)

Botol Plastik berbahan PVC bening alami, memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap minyak, dan memiliki transmisi oksigen yang sangat rendah. Botol PVC memberikan penghalang yang sangat baik untuk sebagian besar gas dan ketahanan benturan jatuh juga sangat baik. Bahan ini tahan kimia, tetapi rentan terhadap pelarut.

Botol PVC adalah pilihan yang sangat baik untuk kemasan minyak salad, minyak mineral, dan cuka. Hal ini juga biasa digunakan untuk kemasan sampo dan produk kosmetik. PVC menunjukkan ketahanan yang buruk terhadap suhu tinggi dan akan terdistorsi pada 71° C, sehingga tidak kompatibel dengan produk yang diisi panas.

Toples Plastik - Polipropilena (PP)

Toples plastik yang terbuat dari polypropylene menyediakan kemasan kaku dengan penghalang kelembaban yang sangat baik.

Salah satu keuntungan utama polipropilena adalah stabilitasnya pada suhu tinggi, hingga 93° C. Botol dan stoples polipropilena dapat diautoklaf dan menawarkan potensi untuk sterilisasi uap. Kompatibilitas PP dengan suhu pengisian tinggi bertanggung jawab untuk penggunaannya dengan produk pengisi panas seperti sirup pancake.

Botol PP memiliki ketahanan kimia yang sangat baik, tetapi memberikan ketahanan benturan yang buruk pada suhu dingin.

Toples Plastik - Polistirena (PS)

Toples plastik yang terbuat dari styrene menawarkan kejernihan dan kekakuan yang sangat baik dengan biaya yang ekonomis. Toples ini biasanya digunakan dengan produk kering termasuk vitamin, jeli minyak bumi, dan rempah-rempah. Styrene tidak memberikan sifat penghalang yang baik, dan menunjukkan ketahanan benturan yang buruk.

Botol Plastik - HDPE yang diolah dengan Fluorin

Botol Plastik yang diproduksi dengan campuran gas fluor dan udara, atau terkena gas fluor dalam operasi sekunder, memiliki tampilan yang mirip dengan HDPE dan memiliki sifat penghalang yang luar biasa terhadap hidrokarbon dan pelarut aromatik. botol plastik hdpe yang diolah dengan fluor juga menahan penetrasi oleh oksigen dan karbon dioksida.

Botol plastik yang diolah dengan fluor sangat baik untuk digunakan dengan insektisida, bahan kimia fotografi, bahan kimia pertanian, pembersih rumah tangga, lilin, pengencer cat dan bensin.

Diterjemahkan dari : PLASTIC BOTTLE RESIN MATERIALS (ebottles.com)

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik


Termoplastik adalah jenis plastik yang melunak jika mengalami pemanasan dan akan mengeras jika mengalami pendinginan. Proses pelunakan dan pengerasan termoplastik dapat berlangsung berulang kali. Penamaan termoplastik diperoleh dari pembentukan ulang sifat plastik dengan proses pemanasan. Termoplastik mengandung resin hidrokarbon dan manik-manik kaca.

Pembentukan termoplastik dapat dilakukan menggunakan panas setelah melalui proses pendinginan. Panas digunakan untuk mempertahankan bentuk dari termoplastik. Pemanasan dapat dilakukan berulang kali tanpa mengubah sifat-sifat bahan termoplastik.

Penerapan termoplastik yang paling umum adalah untuk pembuatan markah jalan. Markah jalan yang berbahan termoplastik memiliki refleksi yang tinggi, daya tahan yang kuat dan umur pemakaian yang sangat lama. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa didaur ulang. Termoplastik dibentuk menjadi produk jadi melalui proses injection molding, blow molding, dan ekstrusi.

Jenis-jenis termoplastik berdasarkan label produknya lain:

- HDPE (polietilen densitas tinggi) dan LDPE (polietilen densitas rendah), merupakan bahan plastik yang paling umum, sangat tahan, serbaguna, murah, transparan atau putih, dan memiliki sifat insulasi yang sangat baik. HDPE dapat digunakan untuk membuat botol, kaleng, tangki air dan kontainer pengiriman. LDPE biasa digunakan dalam produk seperti tas, kemasan, dan mainan.

- PVC (Polyvinyl Chloride), merupakan turunan plastik yang paling serbaguna dan dapat diproduksi melalui empat proses yang berbeda (suspensi, emulsi, blok dan larutan). PVC adalah plastik serbaguna yang tahan terhadap abrasi, bahan kimia, atmosfer dan api. PVC digunakan dalam industri kertas dan dalam pembuatan kemasan untuk makanan, kartu kredit, furnitur, mainan, dan pakaian.

- PP (polypropylene), merupakan termoplastik dengan temperatur pelunakan lebih tinggi daripada polietilen dan lebih mudah teroksidasi. Sifat PP adalah transparan, ringan dan tahan lama, tidak menyerap air, mudah dipasang, dan memiliki ketahanan yang kuat terhadap retak stres lingkungan. PP biasa digunakan untuk membuat serat tekstil, gasket, kemasan, karpet, tali, furnitur, dan lain-lain.

- PS (polystyrene), merupakan polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Polystirene biasa digunakan untuk menggantikan kaca, aluminium, dan kayu karena lebih murah. Polystyrene juga digunakan dalam kemasan (termasuk makanan), wadah, kotak, lampu, barang sekali pakai, mainan, dan cangkir.

Jenis-jenis termoplastik industri antara lain:

- PB (Polybutene), digunakan dalam industri pipa dan pemanas untuk fabrikasi pipa. Ini memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk digunakan di bidang pipa air panas dan dingin bertekanan, berkat kombinasi fleksibilitas dan kekuatan tarik pada suhu tinggi.

- PMMA (polymethylmethacrylate), adalah salah satu plastik rekayasa, bersaing dengan termoplastik lain seperti polikarbonat atau polistirena. Ini digunakan dalam industri otomotif untuk membuat lampu depan mobil dan bagian lain, serta untuk penerangan, kosmetik, arsitektur, optik, dan hiburan. Karena ketahanan goresnya yang kuat, penampilan yang cantik dan warna transparan, kaca ini dianggap sebagai pengganti yang baik untuk kaca.

- PET (polyethylene terephthalate), adalah termoplastik yang banyak digunakan dalam kemasan tekstil dan minuman. Meskipun viskositasnya menurun dengan riwayat termal, ia dapat didaur ulang dan disetujui untuk digunakan dalam produk yang bersentuhan langsung dengan makanan. Ini ringan, transparan, kristal, tahan air, dengan kekuatan lentur tinggi dan penyerapan air rendah.

- PTFE (Polytetrafluoroethylene), lebih dikenal sebagai Teflon. Sifat utamanya adalah benar-benar inert, sehingga tidak bereaksi dengan bahan kimia lain, kecuali dalam keadaan yang sangat khusus. Ini memiliki impermeabilitas yang kuat dan mempertahankan karakteristiknya di lingkungan yang lembab.

- Nilon, adalah jenis serat tekstil yang elastis dan tahan. Ngengat tidak menyerangnya dan tidak perlu disetrika. Ini digunakan untuk membuat stoking, kain dan pakaian rajut. Jika itu adalah cetakan kompresi, itu juga digunakan untuk membuat gagang sikat, sisir, dan gadget lainnya.

Produk-produk termoplastik biasanya dicetak dengan menggunakan mold (cetakan). Polimer awalnya akan dipanaskan di tungku pemanas dengan suhu tertentu, kemudian polimer yang meleleh akan masuk ke molding dan ditekan. Dengan cooling system yang disertakan pada molding, termoplastik akan seketika mengeras dan menjadi produk sesuai kebutuhan.

Mengukur ketebalan produk hasil termoplastik dapat menggunakan ultrasonik thickness gauge. Pengukuran dilakukan untuk menjamin kualitas produk agar sesuai standar produksi. Jika ketebalan produk tidak sesuai standar akan menimbulkan masalah terutama jika produk tersebut digunakan sebagai part dari mesin-mesin atau peralatan. Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan plat stainless dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan plat stainless. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan plat stainless stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless


Plat Stainless atau plat baja tahan karat sering dipakai pada industri minuman dan makanan atau yang berhubungan dengan air, garam, dan kimia. Plat jenis ini memiliki beragam fungsi dan keunggulan di bandingkan material lainnya. Keunggulannya yaitu tingkat kontaminasi kimia yang rendah pada makanan, mudah dibersihkan, tahan lama, tahan serangan bakteri sera memiliki sifat mekanik yang cukup baik. Plat stainless 304 memiliki kadar nikel 8% - 10% dengan sifat yg lentur atau lunak. Aplikasi plat stainless 304 biasanya untuk pembuatan barang yang harus melalui proses press atau cetak. Tipe plat stainless 304 merupakan jenis Food Grade (aman ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman). Plat stainless 316 memiliki kadar nikel antara 12% ke atas tergantung dari pabrik dan negara asal pembuatnya. Plat stainless merupakan plat yang paling tangguh dalam menghadapi zat asam dan dapat bertahan sangat lama sekali dalam rendaman air laut.

Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi. Stainless steel merupakan logam paduan dari beberapa unsur logam yang dipadukan dengan komposisi tertentu. Dari perpaduan logam tersebut didapatkan logam baru dengan sifat atau karakteristik yang lebih unggul dari unsur logam sebelumnya. Stainless steel memiliki kandungan Chrom minimal 10,5%. Kandungan unsur chrom ini merupakan pelindung utama dari gejala yang disebabkan pengaruh kondisi lingkungan. Stainless steel memiliki sifat tahan korosi secara alami tanpa metode pabrikasi. Sifat tahan karat stainless steel diperoleh karena adanya kandungan unsur chrom yang tinggi. Stainless steel lebih awet atau tahan lama dan tidak mudah rusak karena oksidasi. Dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik tinggi.

Plat stainless banyak digunakan dalam peralatan dan perlengkapan yang kita gunakan sehari-sehari. Penggunaannya tergantuk dari jenis, ketebalan, kekerasan dan sifat lainnya dari plat stainless. Jenis martensitic biasanya digunakan untuk alat makan, pisau bedah, peralatan bedah dan lain sebagainya. Jenis ferritic biasa digunakan untuk knalpot kendaraan, lis arsitektur, dan perlengkapan rumah tangga, dll. Jenis autenitic biasa digunakan untuk oven, wastafel, dan lainnya. 

Plat stainless umumnya diproduksi dengan ketebalan plat yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam industri. Ketebalan plat stainless biasanya berkisar antara 0,2mm - 50mm. Untuk mengukur ketebalan plat stainless ini bisa menggunakan jangka sorong untuk bagian pinggir plat. Namun bagaimana dengan bagian tengah plat? Apakah kita bisa menjamin ketebalan platnya merata di semua sisi? Sementara jangka sorong tidak dapat digunakan untuk mengukur ketebalan plat stainless di bagian tengah. Solusinya adalah menggunakan ultrasonic thickness gauge. 

Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan plat stainless dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan plat stainless. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan plat stainless stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore C Durometer untuk Ebonite

Shore C Durometer untuk Ebonite

Shore C Durometer untuk Ebonite


Ebonit adalah nama merek untuk bahan yang secara umum dikenal sebagai karet keras, dan diperoleh melalui vulkanisir karet alam untuk waktu yang lama. Ebonit mungkin mengandung dari 25% hingga 80% belerang dan minyak biji rami. Namanya berasal dari tujuan penggunaannya sebagai pengganti buatan untuk kayu ebony. Bahan tersebut juga disebut vulkanit, meskipun nama itu secara resmi mengacu pada mineral vulkanit.

Persentase sulfur dan suhu serta durasi yang diterapkan selama vulkanisir adalah variabel utama yang menentukan sifat teknis elastomer polisulfida karet keras. Reaksi yang terjadi pada dasarnya adalah penambahan belerang pada ikatan rangkap, membentuk struktur cincin intramolekul, sehingga sebagian besar belerang sangat terikat silang dalam bentuk adisi intramolekul. Karena memiliki kandungan sulfur maksimum hingga 40%, dapat digunakan untuk menahan pembengkakan dan meminimalkan kehilangan dielektrik. Sifat mekanik terkuat dan ketahanan panas terbesar diperoleh dengan kandungan sulfur sekitar 35% sedangkan kekuatan impak tertinggi dapat diperoleh dengan kandungan sulfur lebih rendah 30%. Kekakuan karet keras pada suhu kamar disebabkan oleh gaya van der Waals antara atom sulfur intramolekul. Menaikkan suhu secara bertahap meningkatkan getaran molekul yang mengatasi gaya van der Waals sehingga membuatnya elastis. Karet keras memiliki kepadatan tergantung campuran konten sekitar 1,1 hingga 1,2. Saat dipanaskan kembali, karet keras menunjukkan efek memori bentuk dan dapat dengan mudah dibentuk kembali dalam batas-batas tertentu. Tergantung pada persentase belerang, karet keras memiliki transisi termoplastik atau suhu pelunakan 70 hingga 80 °C (158 hingga 176 °F). Bahannya rapuh, yang menghasilkan masalah dalam penggunaannya dalam kasus baterai misalnya, di mana integritas casing sangat penting untuk mencegah kebocoran asam sulfat. Sekarang umumnya telah digantikan oleh polipropilena yang diisi karbon hitam.

Sifat fisik seperti kekuatan tarik, perpanjangan putus, kekerasan shore D, dan dampak izod dari karet ebonit yang divulkanisir ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik karet ebonit dipengaruhi secara nyata oleh jumlah penambahan belerang. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100

Jika anda sedang membutuhkan Shore C Durometer untuk Ebonite, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet


Karet, dikenal karena kualitas elastisnya, adalah sebuah komoditi yang digunakan di banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk-produk industri sampai rumah tangga). Ada dua tipe karet yang dikenal luas, karet alam dan karet sintetis. Karet alam dibuat dari getah (lateks) dari pohon karet, sementara tipe sintetis dibuat dari minyak mentah. Kedua tipe ini dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi permintaan masing-masing komoditi; ketika harga minyak mentah naik, permintaan untuk karet alam akan meningkat. Namun ketika gangguan suplai karet alam membuat harganya naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir karet alam terbesar di dunia.

Berdasarkan rata-rata produksi karet dunia periode tahun 2014-2018, Thailand menjadi negara produsen karet terbesar dengan rata-rata produksi mencapai 4,58 juta ton. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Thailand memberikan kontribusi sebesar 31,83% dari rata-rata produksi karet dunia pada periode tersebut. Sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan rata-rata produksi karet selama 2014-2018 sebesar 3,37 juta ton. Kontribusi rata-rata produksi karet dari Indonesia di dunia mencapai 23,44%. Indonesia memiliki luas TM (Tanaman Menghasilkan) karet Indonesia yang terbesar di dunia, tetapi produksinya masih dibawah Thailand. Hal ini terjadi karena banyaknya tanaman karet di Indonesia yang sudah tua atau rusak.

Sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia, jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar global. Sejak tahun 1980an, industri karet Indonesia telah mengalami pertumbuhan produksi yang stabil. Kebanyakan hasil produksi karet negara ini - kira-kira 80 persen - diproduksi oleh para petani kecil. Oleh karena itu, perkebunan Pemerintah dan swasta memiliki peran yang kecil dalam industri karet domestik.

Menjelang akhir tahun 2020 industri ban mulai pulih pasca pandemi. Permintaan karet dunia mendadak naik tetapi pasokan karet dunia justru menurun. Hal ini menyebabkan harga karet dunia melonjak naik. Tahun 2021 diperkirakan produksi karet dunia 13,8 juta ton sedangkan konsumsi karet mencapai 14,1 juta ton.

Standar mutu karet Indonesia atau Standard Indonesia Rubber (SIR) merupakan karet alam yang diperoleh dengan proses pengolahan bahan baku karet. Bahan baku tersebut berasal dari getah (lateks) batang pohon Havea Brasiliensis, baik secara mekanis ataupun tanpa campuran bahan kimia. SIR tergolong menjadi 6 jenis mutu yang terdiri dari SIR 3 (Constant Viscosity), SIR 3 L (Light), SIR 3 WF (Whole Field), SIR 5, SIR 10 dan SIR 20.  Perbedaan dari keenam jenis standar mutu tersebut terletak pada tingkat kadar kotorannya dan bahan olahan yang digunakan. SIR 3 CV, SIR L dan SIR 3 WF terbuat dari bahan lateks sedangkan SIR 5, SIR 10 dan SIR 20 terbuat dari bahan koagulum lateks.

Sifat lunak dari satu material tentu memberikan pengaruh pada physical propertiesnya. Karet yang lunak itu fleksibel terhadap tekanan dan baik untuk seal gap, memiliki daya kenyal yang bagus dan memiliki daya lekat yang bagus. Sementara karet yang keras itu tahan gesek, kekuatan tarik yang tinggi, dan kuat meredam getaran/tumbukan. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Karet, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang


Jenis-jenis benang? Benang merupakan susunan serat-serat yang teratur ke arah memanjang dengan garis tengah dan jumlah antihan tertentu yang diperoleh dari pemintalan. Benang adalah hasil akhir dari proses pemintalan baik berupa benang alam atau sintetis. Secara garis besar benang dikelompokkan menjadi tiga yaitu, benang dasar (yarns), benang hias (novelty yarns) dan benang bertekstur.

Benang dasar adalah jenis benang yang paling sederhana yang terbuat dari satu serat yang sama atau serat campuran. Jenis benang ini terlihat lembut dan rata. Benang hias biasanya dibuat berpilin dua. Benang tunggal pertama berguna sebagai dasar atau inti serta menjadi tempat membelitnya benang-benang tunggal lainnya. Sementara benang bertekstur biasanya dihasilkan dari serta thermoplastik yaitu serat yang bentuknya dapat diatur oleh panas.

Secara singkat proses pemintalan benang itu melewati beberapa mesin proses mulai dari Mesin Blowing → Mesin Carding → Mesin Drawing → Mesin Roving → Mesin Spinning → Mesin Winding.

Pada dasarnya diameter gulungan benang dan kepadatan gulungan akan berkorelasi dengan tingkat kekerasan gulungan benang tersebut. Untuk mengukur tingkat kekerasan gulungan benang dapat menggunakan Shore A Durometer yaitu jenis alat ukur kekerasan untuk material lembut.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Gulungan Benang, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless


Plat Stainless atau plat baja tahan karat sering dipakai pada industri minuman dan makanan atau yang berhubungan dengan air, garam, dan kimia. Plat jenis ini memiliki beragam fungsi dan keunggulan di bandingkan material lainnya. Keunggulannya yaitu tingkat kontaminasi kimia yang rendah pada makanan, mudah dibersihkan, tahan lama, tahan serangan bakteri sera memiliki sifat mekanik yang cukup baik. Plat stainless 304 memiliki kadar nikel 8% - 10% dengan sifat yg lentur atau lunak. Aplikasi plat stainless 304 biasanya untuk pembuatan barang yang harus melalui proses press atau cetak. Tipe plat stainless 304 merupakan jenis Food Grade (aman ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman). Plat stainless 316 memiliki kadar nikel antara 12% ke atas tergantung dari pabrik dan negara asal pembuatnya. Plat stainless merupakan plat yang paling tangguh dalam menghadapi zat asam dan dapat bertahan sangat lama sekali dalam rendaman air laut.

Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi. Stainless steel merupakan logam paduan dari beberapa unsur logam yang dipadukan dengan komposisi tertentu. Dari perpaduan logam tersebut didapatkan logam baru dengan sifat atau karakteristik yang lebih unggul dari unsur logam sebelumnya. Stainless steel memiliki kandungan Chrom minimal 10,5%. Kandungan unsur chrom ini merupakan pelindung utama dari gejala yang disebabkan pengaruh kondisi lingkungan. Stainless steel memiliki sifat tahan korosi secara alami tanpa metode pabrikasi. Sifat tahan karat stainless steel diperoleh karena adanya kandungan unsur chrom yang tinggi. Stainless steel lebih awet atau tahan lama dan tidak mudah rusak karena oksidasi. Dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik tinggi.

Untuk mengukur tingkat kekerasan plat stainless, kita dapat menggunakan alat leeb hardness tester. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja, merupakan adopsi identik dari ASTM A956-12, Standard test method forleeb hardness testing of steel products.

Jika anda sedang membutuhkan Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja


Pipa baja atau carbon steel pipes merupakan salah satu jenis pipa serbaguna untuk berbagai kalangan industri, mulai dari migas, pembangkit listrik, furniture, hingga otomotif. Salah satu keunggulan yang membuat pipa karbon ini populer di kalangan industri adalah mampu bertahan di berbagai tekanan tinggi, seperi suhu, panas, sifat destruktif lain, serta telah diakui dunia, khususnya di bidang otomotif. Umumnya pipa karbon baja terbuat dari bahan utama, yakni besi (Fe) dan karbon (Co) yang dicampur dengan bahan lainnya, seperti logam, aluminium, dan sebagainya. Pipa identik dengan fungsinya sebagai saluran air. Sedangkan sifat korosi atau karat memang melekat pada besi. Untuk itu diperlukan campuran karbon guna membuatnya lebih awet kala digunakan sebagai saluran air. Semakin tinggi tingkat karbon, maka semakin rendah pula titik leburnya.

Baja karbon sendiri memiliki tiga klasifikasi berdasarkan kandungan karbonnya, yakni karbon rendah, karbon menengah, dan karbon tinggi. Karbon rendah umumnya memiliki kandungan karbon kurang dari 0,30%, karbon menengah antara 0,30%-0,60%, dan karbon tinggi memiliki kandungan karbon lebih dari 0,60%.

Bisa dibilang proses pembuatan pipa baja ini hampir sama dengan pipa seamless. Pembuatannya sama-sama memakai billet baja yang telah dipanaskan. Nantinya billet itu akan diletakkan dalam cetakan khusus yang diameternya lebih besar dari kebutuhan pipa nantinya. Setelah itu, palu hidrolik yang ditempatkan di bagian tengah akan membuat rongga dalam pipa.  Metode ini umumnya dipakai untuk menghasilkan pipa dalma ukuran diameter yagn besar. Keunggulan dari pipa baja yang ditempa ini adalah hasilnya yang lebih kuat dan tahan lama ketimbang baja tuang.

Konsumen bisa mengenali kandungan serta kualitas dari sebuah pipa baja dengan melihat pada nomornya. Terutama, pada baja karbon dan baja alloy. Pada tahun 1930-an hingga 1940-an, AISI dan Society of Automotive Engineers (SAE) memiliki standar penomoran masing-masing. Hanya saja, sejak tahun 1995, AISI sudah tidak lagi mengembangkan sistem tersebut. Alhasil, sistem SAE lebih banyak dipakai. Dalam sistem SAE, penomoran dilakukan dengan menggunakan 4 digit angka. Digit pertama menunjukkan elemen campuran utama. Digit kedua, mengindikasikan kandungan elemen utama dalam baja tersebut (biasanya menggunakan aturan ini, tapi tidak selalu). Sementara itu, dua digit terakhir menunjukkan kandungan karbon pada pipa baja tersebut. Sebagai catatan, untuk digit kedua pada baja karbon, hanya menggunakan dua angka, yakni 1 dan 2. Angka 1 ditujukan untuk baja yang memperoleh penambahan sulfur. Sementara angka 2 pada digit 2 di baja karbon, menunjukkan adanya proses penambahan sulfur dan fosfor. Selain sistem SAE, ada pula sistem penomoran bernama Unified Numbering System (UNS). Sistem penomoran UNS lebih lengkap dan merupakan hasil adopsi sistem SAE. Sistem ini menggunakan 6 digit kombinasi huruf dan angka. Namun, standar yang ditetapkan oleh UNS dan SAE tersebut juga masih kurang lengkap. Oleh karena itu, ada lembaga lain yang berusaha untuk melengkapinya. American Society for Testing Materials (ASTM) menjadi lembaga yang melakukan pengujian terhadap produk pipa. Sementara itu, American Petrolium Institute (API) secara khusus menguji pipa yang ditujukan untuk industri migas.

Menurut The American Iron and Steel Institute (AISI), material baja disebut baja karbon ketika tidak memiliki kandungan minimum krom, nikel, kobalt, vanadium titanium, atau elemen lain yang sering kali ditambahkan agar bisa menghasilkan efek-efek tertentu. Baja karbon juga memiliki kandungan tembaga dan silikon di bawah 0,40 persen, dan kandungan mangan maksimum sekitar 1,65 persen. Adapun kandungan utama dari baja Janis ini adalah Fe (Ferrum) atau besi yang dipadukan dengan C (Carbon) atau karbon. Besar kecilnya kandungan karbon inilah yang nantinya berpengaruh terhadap tingkat kekerasan material baja. Semakin tinggi kandungan karbon, semakin rendah titik didih untuk peleburannya. hal ini nantinya berpengaruh terhadap kegetasan dan kekerasan baja. Kandungan karbon maksimal yang dibutuhkan adalah sekitar 1,7%. Kadar tersebut berpengaruh terhadap harga pipa baja karbon. Jika disimpulkan, pipa baja karbon adalah pipa baja yang memiliki kandungan besi, karbon sebesar maksimal 1,7%, silikon dan aluminium, mangan yang tidak lebih dari 1,65%, dan unsur-unsur kimia lain seperti oksigen (O), belerang (S), dan nitrogen (N) yang jumlahnya sangat kecil. Dalam pipa baja ini juga terdapat kandungan elemen lain seperti Al, Cr, Co, Ni, dan Mo, yang batas minimumnya tidak ditentukan.

Untuk mengukur tingkat kekerasan pipa baja, kita dapat menggunakan alat leeb hardness tester. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja, merupakan adopsi identik dari ASTM A956-12, Standard test method forleeb hardness testing of steel products.

Jika anda sedang membutuhkan Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca


Industri kemasan terus berkembang dari masa ke masa. Berbagai bahan telah digunakan untuk menciptakan kemasan mulai dari plastik, aluminium, kertas, kayu, kaca, dan lain-lain. Hal itu dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyempurnaan dari kemasan-kemasan yang sudah ada. Kertas digunakan karena bahannya ringan tetapi tidak tahan lama, mudah rusak dan kurang ramah lingkungan karena kertas dibuat dari serat kayu. Plastik digunakan karena ringan, lebih awet, tidak mudah rusak, harganya murah tetapi menjadi tidak ramah lingkungan karena bila tercecer di alam akan sulit terurai. Kaca (biasanya dalam bentuk botol) digunakan karena lebih kokoh, kedap udara, higienis, tahan lama, dan bisa didaur ulang tetapi kekurangannya adalah terlalu berat.

Ada empat bahan baku utama dalam pembuatan botol kaca yaitu pasir silika atau pasir kaca, kapur, soda as, dan biji kaca atau cullet. Bahan-bahan seperti pasir silika dan kapur tersedia di Indonesia. Sementara, soda as harus diimpor dari AS. Adapun cullet didapat dari botol bekas yang dibeli dari pemulung. Biji kaca digunakan untuk mengurangi energi dalam pembuatan kaca. 

Ketebalan botol kaca sulit diukur jika menggunakan sigmat / jangka sorong. Alat yang tepat untuk mengukur ketebalan botol kaca adalah menggunakan alat Magnetic Ball Thickness Gauge. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan bahan non-magnetik seperti plastik, kaca, keramik, aluminium, titanium, tembaga, dll. Keakuratan pengukuran tidak terpengaruh oleh bentuk sampel.

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan prinsip Efek Hall. Pengukuran yang sederhana dan tepat diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berikut:

- Tempatkan bola baja di satu sisi sampel dan probe di sisi yang berlawanan.
- Pindahkan sampel, sehingga probe dan bola berada pada posisi pengujian yang diinginkan.
- Bola baja ditarik ke probe melalui magnet, secara otomatis.
- Sensor Hall Effect pada probe secara akurat mengukur jarak antara ujung probe dan bola baja.
- Pengukuran ditampilkan pada layar.

Jika anda sedang membutuhkan Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Botol Kaca, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Pipa PVC

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Pipa PVC

Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Pipa PVC


Pipa PVC dibuat dengan ketebalan yang beragam sesuai dengan aplikasinya. Untuk skala rumah tangga biasanya tersedia dengan ketebalan 1 - 2 mm, dan untuk skala industri dibuat lebih tebal. Ketebalan ini didesain untuk membuat pipa PVC tersebut tahan terhadap benturan sehingga tidak mudah penyok, juga untuk mempertahankan bobotnya yang tidak boleh terlalu berat. Ketebalan pipa PVC dapat diukur menggunakan sigmat / jangka sorong pada ujung pipa. Sementara pada bagian tengah pipa, dapat menggunakan alat Magnetic Ball Thickness Gauge. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan bahan non-magnetik seperti plastik, kaca, keramik, aluminium, titanium, tembaga, dll. Keakuratan pengukuran tidak terpengaruh oleh bentuk sampel.

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan prinsip Efek Hall. Pengukuran yang sederhana dan tepat diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berikut:

- Tempatkan bola baja di satu sisi sampel dan probe di sisi yang berlawanan.

- Pindahkan sampel, sehingga probe dan bola berada pada posisi pengujian yang diinginkan.

- Bola baja ditarik ke probe melalui magnet, secara otomatis.

- Sensor Hall Effect pada probe secara akurat mengukur jarak antara ujung probe dan bola baja.

- Pengukuran ditampilkan pada layar.

Jika anda sedang membutuhkan Magnetic Ball Thickness Gauge untuk Pipa PVC, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC


Pipa PVC (PolyVinyl Chloride) adalah pipa yang sangat populer di dunia. Kelebihan dari pipa ini adalah ringan dan kuat, tidak mudah terkena korosi air karena terbuat dari plastik. Pipa PVC selalu menjadi pilihan utama bagi proyek-proyek perumahan di seluruh Indonesia. Pipa ini juga dipakai untuk saluran kamar mandi, pembuangan dapur, pembuangan kloset, dan lain-lain. Pemasangannya hanya menggunakan lem perekat sehingga pipa PVC lebih banyak dipilih ketimbang pipa besi yang harus dilas.

Beberapa kelebihan dari pipa PVC yaitu pipa PVC mempunyai prosedur pemasangan yang lebih mudah dibandingkan pipa besi, pipa PVC tahan terhadap bahan kimia tertentu seperti alkali dan beberapa senyawa kimia lainnya, pipa PVC tidak menghantarkan nyala api apabila terbakar, serta memiliki permukaan yang licin sehingga aliran cairan di dalamnya dapat berjalan dengan lancar.

Pipa PVC dibuat dengan ketebalan yang beragam sesuai dengan aplikasinya. Untuk skala rumah tangga biasanya tersedia dengan ketebalan 1 - 2 mm, dan untuk skala industri dibuat lebih tebal. Ketebalan ini didesain untuk membuat pipa PVC tersebut tahan terhadap benturan sehingga tidak mudah penyok, juga untuk mempertahankan bobotnya yang tidak boleh terlalu berat. Ketebalan pipa PVC dapat diukur menggunakan sigmat / jangka sorong pada ujung pipa. Sementara pada bagian tengah pipa, dapat menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge. Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju pipa dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan pipa. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan pipa stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Instruments Indonesia - 0823 9918 5261
Back to top
banner